• News

Mahfuz Sidik Tegaskan Perlu Waspada Sabotase Gencatan Senjata Amerika dengan Iran

Aliyudin Sofyan | Rabu, 08/04/2026 20:19 WIB
Mahfuz Sidik Tegaskan Perlu Waspada Sabotase Gencatan Senjata Amerika dengan Iran Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik. Foto: gelora/katakini.com

JAKARTA, Jurnas.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik menegaskan agar waspada terhadap upaya sabotase celah gencatan senjata yang telah terjadi antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada selasa (7/4/2026), secara bersamaan, Presiden Donald Trump lewat akun Truth menyatakan menunda rencana serangan ke Iran untuk waktu dua pekan ke depan.

Sementara, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi dalam pernyataan resminya menyebutkan militer Iran akan mengentikan operasi defensifnya apabila serangan militer terhadap Iran dihentikan, dan untuk periode dua pekan ke depan Selat Hormuz berpeluang dibuka melalui koordinasi dengan pihak militer Iran.

“Perkembangan positif yang mengarah kepada kesepakatan gencatan senjata ini adalah respon terhadap inisiasi mediasi yang dimotori oleh Pakistan, dengan dukungan dari pihak Saudi Arabia, Mesir, dan Turki. Pihak negara-negara Teluk (GCC) secara terbuka juga mendukung upaya mediasi menuju gencatan senjata ini,” kata Mahfuz Sidik melalui keterangannya, Selasa (8/4/2026).

Ia menegaskan perlu mewaspadai setiap upaya sabotase untuk menggagalkan celah gencatan senjata dan sabotase untuk menutup pintu negosiasi penghentian perang.

“Sabotase sangat mungkin dilakukan oleh pihak yang akan dirugikan oleh kesepakatan gencatan senjata dan penghentian perang,” katanya.

Menurut Mahfuz Sidik, Israel yang sejak awal dinilai telah “memaksa” Amerika Serikat melakukan serangan militer terhadap Iran, harus menghentikan semua tindakan militernya yang masih dilakukan di kawasan ini, seperti di Gaza, Libanon Selatan, dan ke wilayah Iran.

“Karena jika tidak, tindakan militer Israel hanya akan memporak-porandakan celah gencatan sejata dan peluang negosiasi penghentian perang,” tegasnya.

Mahfuz Sidik juga menyampaikan partainya mendukung penuh upaya gencatan senjata dalam celah waktu terbatas selama dua pekan ke depan. Gencatan senjata ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi negosiasi menuju kesepakatan penghentian perang yang sudah berjalan selama 40 hari, dan menimbulkan dampak serius berskala global.

Mahfuz Sidik juga, mengapresiasi inisiatif Pakistan, melalui Perdana Menteri Shehbaz Sharif, yang memimpin upaya mediasi menuju gencatan senjata dan negosiasi menuju penghentian perang. Keberhasian inisiatif Pakistan juga karena dukungan kuat dari pihak Saudi Arabia, Mesir dan Turki yang sebelumnya telah mengadakan pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri pada 29 Maret di Islamabad, Pakistan.

Selanjutnya, Ia mendorong dibangunnya dialog komprehensif para pemimpin negara-negara muslim di kawasan, untuk mewujudkan keamanan dan stabilitasi regional yang lebih permanen, dan bertumpu pada kekuatan dan kerjasama negara-negara tersebut.

Dialog komprehensif tersebut melibatkan negara-negara muslim di kawasan Timur Tengah (Middle East), Asia Barat (West Asia), dan Afrika Utara (North Africa) sebagai para pihak pemangku kepentingan regional yang lebih luas.

“Partai Gelora Indonesia berpandangan pemerintah Indonesia perlu memberikan dukungan kuat kepada langkah mediasi yang dilakukan Pakistan bersama Arab Saudi, Mesir dan Turki. Serta mendorong negara-negara Teluk untuk memulai dialog komprehensif dengan para pemimpin negeri muslim di kawasan yang lebih luas,” katanya.

“Pada saat bersamaan, pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan terhadap ketahanan nasional dan menjaga kohesi nasional yang sangat diperlukan untuk keluar dengan selamat dari dampak krisis global ini,” pungkas Mahfuz Sidik.