Siswa SLB sedang mengikuti Tes Kemampuan Akademik (Foto: Humas Kemdikdasmen)
JAKARTA - Sebagai kelanjutan dari kebijakan pemetaan akademik yang telah diterapkan pada jenjang pendidikan menengah tahun lalu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA), pada Senin (6/4).
Kali ini TKA digelar khusus untuk SMP/MTs/sederajat, termasuk untuk para murid SMP Luar Biasa (SMPLB).
Di SLBN Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur pelaksanaan TKA berlangsung dalam suasana hangat dan penuh harapan.
Sejak pagi hari, para murid sudah datang dan bersiap untuk mengikuti TKA meskipun dengan keterbatasan yang mereka miliki.
“Siswa kami miliki tekad dan semangat yang luar biasa untuk mencoba dan belajar mengikuti tes ini,” kata Kepala SLBN Pandaan, Iva Evry Robiyansah.
Secara keseluruhan ada enam siswa jenjang SMPLB di SLBN Pandaan yang mengikuti TKA hari ini. Mereka merupakan siswa dengan hambatan tunarungu.
Di SLBN Semarang, Jawa Tengah pelaksanaan TKA berlangsung rileks. Para siswa merampungkan soal-soal TKA hari dengan gembira dan santai tanpa tekanan.
“Kebetulan siswa kami yang mengikuti TKA hanya ada tiga, yakni dua siswa tunarungu dan satu adalah siswa tunanetra,” kata Kepala SLBN Semarang, Sri Sugiarti.
Menurut Sri, sejak jauh-jauh hari para siswa ini memang telah dipersiapkan untuk mengikuti TKA sehingga mereka sudah jauh lebih siap saat berhadapan dengan soal-soal yang diberikan.
Antusias mengikuti TKA juga dirasakan di SLBN Halmahera Barat. Bahkan salah satu siswa yang tidak terdaftar dalam TKA ingin mengikuti ujian ini.
“Ada siswa kami yang tunagrahita kan sebenarnya boleh tidak mengikuti TKA, tapi dia ingin tetap ikut,” kata Ismawati Muhammad, Kepala SLBN Halmahera Barat.
Di SLBN Halmahera Barat sendiri, total peserta TKA untuk jenjang SMPLB berjumlah 9 siswa.
Pihak sekolah telah memberikan pelatihan singkat dalam hal mengoperasikan laptop atau komputer bagi siswa dan membentuk Tim berupa panitia persiapan TKA yang bertugas untuk membimbing siswa sebelum TKA dilaksanakan.
Raka Aditomo Subagyo, salah satu peserta TKA dari SLBN Pembina Tingkat Nasional Jakarta, mengaku optimis dan bisa menyelesaikan soal-soal dalam TKA hari ini.
“Kalau saya optimis karena soal-soal yang tadi keluar sudah kami pelajari selama ini,” kata Raka.
Menurut Raka, sejak beberapa minggu terakhir pihak sekolah memang banyak memberikan pelatihan untuk menyelesaikan soal-soal ujian sehingga ia mengaku tidak terlalu kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal ujian.
Meskipun demikian, sebagai siswa tunanetra, Raka mengaku soal-soal ujian yang banyak menggunakan gambar menjadi tantangan tersendiri untuknya.
“Kami juga dibantu dengan guru pendamping yang membantu kami memahami soal-soal terutama soal-soal yang terkait gambar,” kata Raka.
Masih menurut Raka, selain di dampingi guru, ia dan murid tunanetra lainnya juga dibantu dengan perangkat headset untuk mendengarkan soalnya yang dialih bahasakan dengan screen reader.
"Selain untuk mendengarkan, headset ini juga membuat kami lebih fokus karena ruangan jadi tidak terasa berisik,” terang Raka.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa selain untuk pemetaan akademik, TKA untuk SMP/MTs/sederajat, termasuk SMPLB juga untuk mendukung Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang sebentar lagi akan dibuka.
“Jadi, nantinya hasil dari TKA ini akan menjadi penilaian tersendiri dalam proses penerimaan murid baru. Kalau SMP berarti untuk masuk ke sekolah menengah,” kata Dirjen Tatang.
Kepada para siswa, Tatang berpesan untuk mengutamakan kejujuran dalam mengerjakan setiap soal.
“Tidak perlu terlalu terbebani, tapi kerjakan soal dengan penuh kesungguhan,” Dirjen Tatang menambahkan.
Sebagai informasi, TKA untuk SMP/MTs/ sederajat akan berlangsung hingga dua pekan mendatang.
TKA sendiri bertujuan untuk menyediakan data objektif dan komprehensif mengenai capaian belajar murid sebagai dasar perbaikan pembelajaran dan pengambilan kebijakan pendidikan berbasis data.