Pembukaan Program Tendik BerdampakāPenguatan Kompetensi dan Profesionalisme 2026 bidang Pranata Humas yang diselenggarakan Binus University dan Kemdiktisaintek (Foto: Ist)
JAKARTA - Binus University bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menghadirkan Program Tendik Berdampak–Penguatan Kompetensi dan Profesionalisme 2026 bidang Pranata Humas.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan pentingnya institusi pendidikan tinggi di Indonesia untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas, tidak hanya terjebak dalam urusan administratif semata.
"Kita ingin memastikan bahwa pendidikan tinggi Indonesia tidak hanya baik secara administratif, tapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar, masyarakat, dan bangsa Indonesia," kata Menteri Brian.
Menurut Brian, untuk mewujudkan visi tersebut, perguruan tinggi memerlukan dukungan sistem yang kuat, layanan yang cepat dan responsif, serta sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan memiliki semangat belajar yang berkelanjutan.
Ia berharap melalui lokakarya (workshop) ini, para tenaga kependidikan (tendik) dapat melakukan transfer pengetahuan dan melahirkan praktik baik yang bisa langsung diimplementasikan.
"Saya berharap terbentuk jejaring kolaborasi yang kuat antar tenaga kependidikan, sehingga kita bisa saling belajar dan saling menguatkan," ujarnya.
Program Tendik Berdampak 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan BINUS University.
Program yang berlangsung pada 7–9 April 2026 ini diikuti oleh 51 tenaga kependidikan dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Vice Rector Academic Development BINUS University, Prof. Engkos Achmad Kuncoro menilai di era digital, peran humas menjadi elemen kunci dalam membangun kepercayaan publik agar institusi tetap relevan dan berdampak bagi masyarakat.
Melalu program ini, peserta akan dibekali dengan berbagai keterampilan strategis, mulai dari komunikasi publik, media relations, perencanaan komunikasi, storytelling, hingga pengelolaan isu digital melalui pendekatan praktik industri dan studi kasus nyata
Lebih lanjut, Ketua Program Tendik Berdampak 2026 BINUS University, Haris Suhendra menambahkan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan komunikasi perguruan tinggi yang semakin dinamis.
Melalui keterlibatan praktisi, peserta diharapkan mampu mendorong lahirnya praktik komunikasi publik yang lebih berkelanjutan di institusi masing-masing