Bendera Iran terlihat dalam ilustrasi ini, diambil pada 24 April 2024. REUTERS
JAKARTA - Penasihat Ketua Parlemen Iran Mahdi Mohammadi mengejek Presiden AS Donald Trump dengan mengatakan AS hanya memiliki waktu 20 jam untuk menyerah kepada Iran.
Penasihat Mohammad Bagher Ghalibaf itu mengancam bahwa jika AS tidak segera menyerah maka sekutunya akan kembali ke Zaman Batu.
"Kami tidak akan mundur!" tulis Mahdi Mohammadi, yang juga seorang analis keamanan nasional, di X.
"Iran jelas dan terang-terangan telah memenangkan perang dan hanya akan menerima penyelesaian yang mengkonsolidasikan keuntungannya dan menciptakan rezim keamanan baru di kawasan itu," tulis Mohammadi.
Trump telah memberi Iran waktu hingga pukul 8 malam Waktu Bagian Timur pada hari Selasa (00:00 GMT, Rabu) untuk membuka kembali Selat Hormuz, atau menghadapi konsekuensi dari perluasan operasi militer AS.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AS) memperingatkan Teheran bahwa militer AS dapat menghancurkan Iran sepenuhnya dalam "satu malam", dan itu mungkin terjadi paling cepat pada 7 April.
Trump pada 30 Maret mengatakan bahwa Washington akan "meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya" semua pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, dan pabrik desalinasi Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka kembali.
"Seluruh negara (Iran) dapat dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Senin (6/4).
Selanjutnya pada Minggu (5/4), Trump mengancam akan menjalankan operasi tersebut pada 7 April, kecuali Iran membuka kembali jalur perairan strategis tersebut.