Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti (Foto: Habib/Katakini.com)
TANGERANG - Kekhawatiran terkait potensi bocornya soal kerap muncul dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Meski demikian, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti menegaskan bahwa risiko tersebut telah diantisipasi sehingga tidak akan terjadi.
Dikatakan, TKA telah dirancang untuk menekan potensi kecurangan. Setiap murid mendapatkan jenis soal berbeda, sehingga menutup peluang mencontek dari teman satu ruangan.
"Setiap murid itu soalnya berbeda, dan kalau ada seperti dulu misalnya ada yang bikin video gitu kan, memvideo soal gitu, itu juga enggak pengaruh karena cadangan soal kami sangat banyak," ujar Menteri Mu`ti saat meninjau hari pertama TKA jenjang SMP/MTs di Curug, Kabupaten Tangerang pada Senin (6/4).
"Bisa langsung kami ganti dengan soal yang lain, karena secara persiapan kita sudah siap semuanya dengan istilahnya ya bank soal. Dan juga berbagai persiapan teknis yang sudah kita antisipasi kalau ada beberapa hal yang tadi diindikasi ada pembocoran dan sebagainya," dia menambahkan.
Mendikdasmen meminta peserta didik tidak merasa takut berlebihan ketika mengerjakan soal-soal TKA. Apalagi, tes ini tidak menjadi penentu kelulusan, melainkan untuk mengukur kemampuan literasi, numerasi, dan survei karakter.
"Yang menentukan kelulusan adalah masing-masing satuan pendidikan, dan karena itu setelah TKA ini masih ada kegiatan pembelajaran sebagaimana biasa, dan juga tes yang diselenggarakan oleh sekolah untuk semua mata pelajaran," ujar dia.
Kendati demikian, lanjut Menteri Mu`ti, siswa SMP yang mengikuti TKA dapat memanfaatkan hasil tes untuk mendaftar ke jenjang selanjutnya melalui jalur prestasi.
Sebab, sebagaimana diketahui, jalur prestasi untuk Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) mempertimbangkan nilai rapor dan hasil TKA, bagi siswa yang mendaftar melalui jalur prestasi akademik.
"Yang non-akademik ada prestasi olahraga, seni, dan kepemimpinan," kata Menteri Mu`ti.