• News

100.000 Lebih Lokasi Sipil di Iran Jadi Target Serangan AS-Israel

M. Habib Saifullah | Senin, 06/04/2026 09:15 WIB
100.000 Lebih Lokasi Sipil di Iran Jadi Target Serangan AS-Israel Tim penyelamat dan warga lokal berupaya menyelamatkan korban luka dari reruntuhan di sebuah sekolah khusus perempuan yang diserang di Minah, Provinsi Hormozgan, Iran selatan (Foto: ANTARA/Xinhua/Mehr News Agency)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani mengatakan bahwa secara keseluruhan, lebih dari 100.000 lokasi sipil telah terkena dampak di seluruh negeri sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Iran juga menyatakan bahwa sebanyak puluhan universitas dan pusat penelitian rusak akibat serangan Amerika Serikat (AS)-Israel.

"Musuh tidak dapat mentolerir prestasi Iran," kata Fatemeh dikutip dari Aljazeera, Senin (6/4/2026).

Selain itu, Iran juga menolak ultimatum Presiden AS, Donald Trump untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam.

Sebelumnya, Trump juga mendesak Iran untuk segera membuka selat Hormuz dengan memberikan tenggat waktu selama 48 jam yang akan berakhir pada Senin (6/4/2026) hari ini.

Merespons hal tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa ancaman terbaru presiden AS terhadap Iran adalah "indikasi pola pikir kriminal" dan sama dengan "hasutan untuk melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan".

Diketahui, AS dan Israel telah melancarkan serangan terhadap target di Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi ketegangan seputar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yakni jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga energi.