Ilustrasi - hewan tikus ( Foto: Handout via REUTERS)
JAKARTA - Bagi sebagian besar orang, semua tikus terlihat sama: berbulu, berekor panjang, dan menyebalkan.
Namun, dalam dunia sanitasi dan biologi, mengenali perbedaan antara tikus rumah (Rattus rattus) dan tikus got (Rattus norvegicus) sangatlah penting.
Mengetahui jenis mana yang bersarang di properti Anda akan menentukan strategi pengendalian yang paling efektif.
Perbedaan yang paling fisik terlihat ada pada postur tubuhnya. Tikus got, yang juga dikenal sebagai tikus cokelat atau tikus Norwegia, memiliki tubuh yang lebih besar, berat, dan tampak gemuk.
Sebaliknya, tikus rumah memiliki tubuh yang lebih kecil, ramping, dan atletis. Jika Anda melihat tikus yang tampak sangat besar dan lamban, hampir dipastikan itu adalah tikus got.
Jika diperhatikan lebih dekat, tikus rumah memiliki telinga yang besar, lebar, dan hampir tidak berbulu, serta mata yang menonjol.
Sementara itu, tikus got memiliki telinga yang lebih kecil dan tertutup bulu pendek, dengan mata yang juga lebih kecil dibandingkan proporsi kepalanya.
Hidung tikus rumah cenderung lebih lancip, sedangkan tikus got memiliki moncong yang lebih tumpul.
Ekor adalah indikator terbaik untuk membedakan keduanya. Tikus rumah memiliki ekor yang sangat panjang, bahkan seringkali melebihi panjang tubuhnya sendiri.
Ekor ini berfungsi sebagai penyeimbang saat mereka memanjat. Sebaliknya, tikus got memiliki ekor yang lebih pendek dari panjang tubuhnya, tampak lebih tebal di bagian pangkal, dan bersisik.
Tikus rumah adalah pemanjat yang ulung (climber). Mereka lebih suka bersarang di tempat tinggi seperti plafon, atap, atau tumpukan barang di lantai atas. Itulah sebabnya mereka sering disebut tikus atap.
Di sisi lain, tikus got adalah penggali lubang (burrower) dan perenang yang hebat. Mereka lebih suka tinggal di permukaan tanah, di dalam lubang, atau tentu saja, di saluran pembuangan (got).
Meskipun keduanya pemakan segala, mereka memiliki selera berbeda. Tikus rumah cenderung menyukai biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran (herbivora).
Namun, tikus got lebih menyukai makanan yang mengandung protein tinggi dan sisa-sisa makanan manusia, seperti daging, ikan, hingga sereal yang sudah dibuang ke tempat sampah.
Bagi pemilik rumah yang ingin mengidentifikasi tanpa melihat hewannya langsung, perhatikan kotorannya. Kotoran tikus rumah berbentuk kecil, lancip di kedua ujungnya, dan panjangnya sekitar 1 cm.
Sementara kotoran tikus got jauh lebih besar, berbentuk seperti kapsul atau butiran sosis dengan ujung yang tumpul, dan panjangnya bisa mencapai 2 cm.