• News

Pengamat SDI: Kabinet Harus Imbangi Keberhasilan Lawatan Prabowo ke Luar Negeri

Aliyudin Sofyan | Sabtu, 04/04/2026 10:18 WIB
Pengamat SDI: Kabinet Harus Imbangi Keberhasilan Lawatan Prabowo ke Luar Negeri Pengamat Komunikasi Politik dari Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih. Foto: dok. katakini

JAKARTA – Para menteri yang ada di kabinet harus bisa mengimbangi keberhasilan lawatan Presiden Prabowo ke sejumlah negara, termasuk lawatan terbaru ke Jepang dan Korea Selatan yang menghasilkan komitmen investasi Rp575 Triliun dari dua negara tersebut.

Pengamat Komunikasi Politik dari Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih menyampaikan bahwa komitmen bisnis tersebut merupakan hal yang baik ditengah situasi ekonomi global yang saat ini mengalami tekanan.

“Hal ini tentu saja memberikan dampak yang cukup baik bagi Indonesia dan meningkatkan kepercayaan pihak Internasional dalam berinvestasi,” kata Frans, Sabtu (4/3/2026).

Dalam beberapa kesempatan Frans menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memiliki kemampuan untuk meyakinkan pihak asing untuk percaya kepada Indonesia. “Yang menjadi perhatian penting adalah bagaimana para pembantunya di kabinet mampu merealisasikan, sehingga komitmen investasi tersebut benar-benar masuk ke Indonesia,” ungkap Frans.

Frans melihat, kemampuan komunikasi Presiden Prabowo dengan berbagai pemimpin dunia sudah sangat baik. “Oleh karena itu jangan sampai terlambat dalam pelaksanaan di lapangan, dan kabinetnya harus lebih giat dan cepat,” tegas Frans.

Menurut Frans, di tengah situasi global yang terdampak akibat perang Iran, banyak negara menaikkan harga BBM mereka. Sementara Indonesia, sampai dengan saat ini masih mampu mempertahankan harga BBM dengan stabil. Hal ini juga menurut Frans perlu diberikan apresiasi positif atas kinerja pemerintah.

Pertanyaannya, sampai kapan Indonesia mampu bertahan dengan harga BBM saat ini  apabila konflik di Timur Tengah berjalan panjang. “Oleh karena itu angin segar yang dibawa dari hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi disaat dunia global akan menghadapi krisis,” ujarnya.

“Seluruh kabinet perlu kerja ekstra agar semua kesepakatan komitmen investasi tersebut dapat terwujud dan Indonesia terhindar dari resesi global,” pungkas Frans.