• Oase

Cegah Politik Adu Domba, MUI Serukan Persatuan Negara OKI

M. Habib Saifullah | Jum'at, 03/04/2026 12:46 WIB
Cegah Politik Adu Domba, MUI Serukan Persatuan Negara OKI Majelis Ulama Indonesia. (Foto: mui.or.id)

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan arahan atau taujihat yang mendesak persatuan dunia Islam di tengah eskalasi konflik yang melanda kawasan Timur Tengah.

Dalam dokumen bernomor Kep-40/DP-MUI/IV/2026 yang dikutip di Jakarta pada Jumat (3/4/2026), MUI menekankan pentingnya solidaritas global untuk menghadapi praktik politik yang memecah belah.

"Menyerukan kepada dunia Islam yang tergabung dalam OKI, terutama negara Kawasan Teluk (Gulf Countries), untuk memperkuat persatuan sesama umat Islam (Ukhuwah Islamiyah) dan solidaritas global," demikian tertulis dalam Taujihat MUI.

MUI meminta negara-negara Muslim untuk menolak segala bentuk politik adu domba. MUI menilai praktik tersebut sengaja dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dengan tujuan melemahkan kekuatan umat Islam secara global.

MUI juga menyatakan bahwa tindakan kekerasan bersenjata yang menargetkan wilayah kedaulatan negara dan warga sipil merupakan bentuk nyata dari kezaliman yang diharamkan dalam ajaran Islam.

Hal ini menyusul adanya agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah negara seperti Iran, Palestina, dan Lebanon.

Selain menyerukan persatuan, MUI juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bertindak adil dan tidak diskriminatif.

MUI menuntut PBB menjatuhkan sanksi efektif terhadap Amerika Serikat, Israel, dan pihak-pihak lain yang terbukti melakukan kejahatan perang serta pelanggaran kemanusiaan.

"Setiap bentuk pelanggaran hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia harus dipertanggungjawabkan secara hukum, tanpa pengecualian dan tanpa standar ganda, termasuk melalui mekanisme peradilan internasional yang sah," kata MUI.

Di sisi lain, MUI meminta Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil kebijakan optimal guna melindungi kepentingan rakyat.

Hal ini menyusul eskalasi perang antara AS, Israel, dan Iran yang mulai memicu krisis energi global.

MUI juga mendorong seluruh rakyat Indonesia untuk mengawal kebijakan negara dalam menangani krisis tersebut sebagai bagian dari kewajiban membela negara.

"Taujihat ini disampaikan sebagai seruan moral agar segera menghentikan agresi, mengakhiri kezaliman, dan menegakkan hukum internasional secara adil," tulis MUI.