• Gaya Hidup

Meluncur, Ini 12 Tahapan Misi Artemis II dari Bumi ke Bulan hingga Kembali

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 02/04/2026 12:25 WIB
Meluncur, Ini 12 Tahapan Misi Artemis II dari Bumi ke Bulan hingga Kembali Jalur Artemis 2 saat meluncur dari Bumi ke Bulan dan kepulangan (Foto: Astronomy)

JAKARTA - NASA resmi meluncurkan misi Artemis II dari Kennedy Space Center, menandai tonggak sejarah sebagai misi berawak pertama menuju lingkungan Bulan dalam lebih dari 50 tahun sejak Apollo 17 mission.

Roket raksasa Space Launch System (SLS) lepas landas pada Rabu (1/4) pukul 18.35 waktu setempat atau Kamis (2/4) pukul 05.35 WIB. Empat astronaut yang terlibat yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen.

Menggunakan wahana Orion spacecraft, mereka akan menjalani misi selama sekitar 10 hari mengorbit Bulan tanpa mendarat, sekaligus menguji berbagai sistem penting untuk misi pendaratan di masa depan.

Kehadiran Koch dan Glover juga mencatat sejarah sebagai perempuan dan astronaut kulit hitam pertama yang menuju Bulan. 

Artemis II merupakan bagian dari Artemis Program yang bertujuan membawa manusia kembali ke Bulan, bahkan membangun pangkalan permanen di sana.

Misi ini juga menjadi uji krusial bagi sistem pendukung kehidupan dan teknologi komunikasi laser berkecepatan tinggi yang akan digunakan pada misi berikutnya, termasuk Artemis III yang direncanakan mendaratkan manusia di permukaan Bulan.

Rangkaian Jadwal Misi Artemis II

1. Liftoff dan pemisahan awal

Sekuens peluncuran dimulai sekitar 49 jam sebelumnya dengan berbagai pengecekan. Tiga jam sebelum lepas landas, astronaut masuk ke kapsul. Mesin utama menyala 7 detik sebelum liftoff. Roket meluncur dan menembus atmosfer, melampaui kecepatan suara dalam 56 detik. Sekitar 2 menit kemudian, booster bahan bakar padat dilepaskan bersama beberapa komponen lain.

2. Main engine cutoff

Sekitar 8 menit setelah peluncuran, mesin utama kehabisan bahan bakar dan terlepas. Wahana memasuki orbit elips dengan ketinggian maksimum sekitar 2.250 km dari Bumi.

3. Aktivitas awal di orbit

Selama sekitar 40 menit, kru mengelilingi Bumi. Dua astronaut mulai membuka sabuk dan menyiapkan peralatan seperti toilet dan dispenser air, serta mengaktifkan panel surya.

4. Perigee raise maneuver

Setelah tugas awal selesai (sekitar menit ke-49), dilakukan pembakaran mesin tahap kedua (ICPS) selama 1–2 menit untuk menaikkan titik terendah orbit agar wahana tidak kembali ke Bumi.

5. Apogee raise burn

Sekitar 1 jam 47 menit setelah peluncuran, dilakukan pembakaran kedua selama ±15 menit untuk menaikkan orbit hingga sekitar 70.000 km dari Bumi. Pada tahap ini, wahana berada di orbit tinggi dan akan melepaskan satelit kecil (cubesat).

6. Pemisahan tahap kedua dan prox ops

Tahap kedua (ICPS) dipisahkan. Victor Glover kemudian mengendalikan kapsul Orion untuk melakukan uji manuver kedekatan (proximity operations) selama lebih dari satu jam menggunakan joystick.

7. Istirahat dan koreksi lintasan

Astronaut makan, berolahraga, dan tidur sekitar empat jam. Setelah itu dilakukan manuver koreksi jalur untuk menjaga orbit tetap stabil sebelum melanjutkan misi.

Jika semua sistem tetap berfungsi dengan baik, pengendali misi akan memberikan perintah kepada modul layanan Orion buatan Eropa untuk melakukan pembakaran injeksi translunar pada hari Kamis, 2 April waktu setempat.

8. Translunar injection

Sekitar 25,5 jam setelah peluncuran, mesin modul layanan Eropa dinyalakan untuk mendorong wahana keluar dari gravitasi Bumi menuju Bulan. Wahana kemudian masuk lintasan “free-return”.

9. Perjalanan menuju Bulan

Selama sekitar empat hari, astronaut menjalani aktivitas seperti makan, tidur, olahraga, serta melakukan eksperimen dan wawancara dari dalam kapsul.

10. Lunar flyby

Pada hari keenam, Orion melintas di belakang Bulan selama 30–50 menit tanpa komunikasi dengan Bumi. Jarak maksimum mencapai sekitar 400.000 km, menjadi rekor terjauh perjalanan manusia. Mereka juga menguji sistem komunikasi laser dan mengambil gambar sisi jauh Bulan.

11. Perjalanan kembali ke Bumi

Setelah melintas, wahana kembali ke Bumi dengan durasi yang kurang lebih sama. Astronaut melanjutkan eksperimen, termasuk pemantauan kondisi tubuh seperti tidur, stres, serta sampel biologis.

12. Reentry dan splashdown

Menjelang masuk atmosfer, modul awak terpisah dari modul layanan. Kapsul memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 40.000 km/jam dan suhu tinggi. Setelah itu, parasut terbuka bertahap hingga kapsul mendarat di Samudra Pasifik dan dijemput oleh tim penyelamat.

Proses splashdown ini menandai kembalinya penerbangan manusia ke sekitar Bulan dan menjadi fondasi penting bagi Artemis 3, yang ditargetkan membawa astronaut mendarat di permukaan Bulan. (*)

Sumber: NASA, Live Science, CNN