Tim penyelamat dan warga lokal berupaya menyelamatkan korban luka dari reruntuhan di sebuah sekolah khusus perempuan yang diserang di Minah, Provinsi Hormozgan, Iran selatan (Foto: ANTARA/Xinhua/Mehr News Agency)
JAKARTA - Militer Amerika Serikat (AS) telah kehilangan 16 drone MQ-9 Reaper sejak AS dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.
Demikian dilaporkan CBS News pada Rabu (1/4), mengutip pernyataan dari dua pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonimitas.
Media Pemerintah Iran pada Senin (30/3) melaporkan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran telah "mencegat dan menghancurkan" sebuah drone MQ-9 milik AS di atas Isfahan.
MQ-9 Reaper merupakan pesawat kendali jarak jauh yang digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian, namun juga dapat digunakan untuk melakukan serangan presisi.
Tergantung pada varian drone Reaper, satu unit pesawat dapat bernilai lebih dari 30 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.999), menurut laporan CBS News.
Presiden AS Donald Trump dan Menteri Perang AS Pete Hegseth berulang kali mengklaim pertahanan udara dan kemampuan peluncuran rudal Iran hampir sepenuhnya dilumpuhkan dalam serangan AS-Israel yang telah berlangsung selama sebulan.