Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi penting milik Iran jika negosiasi untuk mengakhiri serangan gabungan Amerika-Israel tidak mengalami kemajuan.
Hal ini disampaikan oleh Trump melalui platform Truth Social pada Senin (30/3).
"Jika Selat Hormuz tidak segera dibuka untuk urusan bisnis; maka kami akan mengakhiri sikap diam kami di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua pembangkit listrik mereka, sumur minyak, dan Pulau Kharg (dan mungkin semua pabrik desalinasi!)," tulis Trump.
Meskipun mengeluarkan peringatan tersebut, dia mengatakan bahwa diskusi serius sedang berlangsung dengan rezim Iran yang baru dan lebih masuk akal.
Trump mengatakan juga kepada Bloomberg bahwa Iran ingin menyelesaikan dan menyebut bahwa perang tersebut berjalan sangat luar biasa baik.
Sebelumnya, Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika dan menyebut bahwa kontak terbaru hanya berupa pesan yang disampaikan melalui perantara.
Negara-negara di kawasan telah berupaya menjadi penengah untuk mencapai kesepakatan antara kedua pihak, dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan Ishaq Dar menyatakan bahwa Islamabad bersedia menjadi tuan rumah pembicaraan.
Minggu (29/3), Trump mendorong upaya diplomatik, dengan perantara termasuk Pakistan, Turki, dan Mesir yang terlibat dalam kontak tidak langsung antara Washington dan Teheran. Pembicaraan tidak langsung yang dilakukan lewat utusan Pakistan itu, tambah Trump, menunjukkan kemajuan.
"Kesepakatan bisa dicapai dengan cukup cepat," ujar Trump.