Pengamat Olahraga yang juga founder Rakyat Sepakbola Indonesia (RSI) Frans Immanuel Saragih. Foto: dok. katakini
JAKARTA - Tim Bulgaria keluar sebagai juara setelah mengalahkan Timnas Indonesia dengan skor 1-0 di final FIFA Series yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Senin malam (30/3/2026).
Pengamat Olahraga dan Pendiri Rakyat Sepakbola Indonesia (RSI) Frans Immanuel Saragih menyampaikan hasil akhir sebagai Runner-up sudah cukup baik. Tim ini baru berlatih bersama dalam beberapa hari saja sebelum kompetisi dimulai.
“Walaupun mereka sebagian besar adalah pemain Timnas lama di periode dua pelatih sebelumnya. Pelatih baru Jhon Herdman dalam waktu yang singkat sudah mampu menciptakan kondisi yang menjanjikan untuk masa depan Timnas. Selain itu permainan juga semakin enak dilihat mulai dari pertandingan awal hingga final,” ujar Frans, Selasa (31/3/2026).
Seperti yang disampaikan Frans sebelumnya, bahwa ujian sebenarnya adalah saat melawan Tim Bulgaria. Secara peringkat FIFA, Bulgaria berada lebih 30 peringkat di atas Timnas.
Jadi skor 1-0 untuk kemenangan Bulgaria dinilai Frans sudah cukup baik, Timnas mampu menahan gempuran Bulgaria. Bahkan Timnas mampu menyerang dan menyulitkan lini pertahanan Bulgaria.
“Seandainya tidak ada Penalti di babak pertama maka jalannya pertandingan akan berbed jauh, tetapi menurut hemat saya Timnas kita sudah memiliki pola yang baik dan memiliki komposisi pemain yang baik. Memang agak disayangkan Miliano, Dean James, dan Marselino tidak bisa bergabung. Seandainya mereka ada, variasi serangan Timnas akan lebih baik,” ungkap Frans.
Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah Piala Asia 2027. Timnas harus mulai fokus dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru sepakbola Asia. Setidaknya, Timnas bisa tembus masuk ke babak 8 besar Piala Asia 2027.
“Dan untuk mencapai itu kita masih punya waktu. Saya meyakini Jhon Herdman sudah punya metode khusus, setelah belajar dari FIFA Series,” ujarnya.
“Jhon bisa melihat sisi kekuatan dan kekurangan Timnas. Tetapi semua itu perlu kerja keras dari semua pihak, baik itu konfederasi, tim kepelatihan, dan para pemain agar impian kita terwujud di Piala Asia,” pungkas Frans.