Anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNIFIL mengamati dari menara pengawas di kota Marwahin, di Lebanon selatan, 12 Oktober 2023. REUTERS
JAKARTA - Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam serangan Israel yang menewaskan satu personel TNI pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
"Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," tulis Kemlu melalui platform X pada Senin (30/3).
Indonesia juga turut menyampaikan belasungkawa yang terdaam atas wafatnya anggota TNI yang tergabung dalam UNIFIL. Indonesia juga menegaskan kecaman atas serangan Israel ke Lebanon.
"Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon," katanya.
Selain satu korban tewas, Kemlu juga melaporkan ada tiga anggota TNI lainnya yang mengalami cedera usai tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3) di tengah laporan permusuhan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.
"Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional," lanjut Kemlu.
Kemlu menyatakan keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian PBB harus dihormati sepenuhnya setiap saat, sesuai dengan hukum internasional.
"Segala bentuk ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat diterima dan merusak upaya kolektif untuk menjaga perdamaian dan stabilitas," katanya.
Kemlu menyatakan Indonesia tetap berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait serta akan terus memantau perkembangan dengan saksama.