Antrean kendaraan di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Kamis (27/3=2025)
JAKARTA - Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, hasil evaluasi H-10 sampai dengan H+1 libur Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026 atau pada periode 11-22 Maret 2026, terdapat 21 ribu kendaraan dengan saldo e-toll kurang di Gerbang Toll Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang dan melakukan top up e-toll di gerbang toll tesebut.
Jumlah tersebut merupakan 4,9% dari total 442 ribu kendaraan yang melakukan transaksi di GT Kalikangkung pada periode yang sama.
“Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean di gerbang tol,” ujar Rivan.
Kondisi serupa berpotensi kembali terjadi pada arus balik, khususnya di GT Cikampek Utama. Oleh karena itu, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan arus balik dengan memastikan kecukupan saldo e-toll sebelum memasuki jalan tol guna menghindari antrean kendaraan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Kurangnya saldo e-toll dari pemudik saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 seringkali menyebabkan kemacetan di gerbang tol hingga berpuluh kilometer. Teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF) dinilai bisa menjadi solusi.
Pengamat transportasi dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, Anton Budiharjo, mengatakan teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF) dapat secara signifikan mengatasi kemacetan akibat antrian top up e-money di gerbang toll saat arus mudik dan arus balik lebaran 2026.
MLFF atau teknologi toll nirhenti nirsentuh itu dapat menghilangkan transaksi di toll gate atau pintu toll.
MLFF merupakan sistem pembayaran tol tanpa gerbang yang memungkinkan kendaraan melintas tanpa harus berhenti atau memperlambat laju kendaraan di gardu tol. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas sekaligus mengurangi antrean kendaraan di jalan tol.
MLFF diinisiasi sejak 10 tahun lalu atau tepatnya pada saat kunjungan PM Hungaria Victor Orban ke Indonesia pada 2016. Proyek ini digarap oleh perusahaan teknologi asal Hungaria, Roatex Ltd. melalui anak usahanya, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS).
Pendanaan untuk proyek MLFF sepenuhnya bersumber dari pemerintah Hungaria senilai US$300 juta atau setara dengan Rp4,65 triliun.