Penumpang kapal Pelni. Foto: pelni/katakini
JAKARTA – Masyarakat yang ingin bepergian menggunakan kapal Pelni masih memiliki kesempatan mendapatkan tiket diskon. PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mencatat penyerapan tiket diskon kapal penumpang Pelni telah mencapai 92,5 persen atau sisa 7,5 persen dari total anggaran Rp42,3 miliar. Program yang dibuka sejak 11 Februari 2026 ini masih berlangsung hingga kuota habis atau paling lambat untuk keberangkatan hingga 5 April 2026.
Berdasarkan data per tanggal 28 Maret 2026, realisasi penumpang diskon telah mencapai 431.705 orang atau sekitar 96,9 persen dari proyeksi penerima diskon sebanyak 445.534 orang pada periode keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026.
Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda menyampaikan bahwa pada periode arus balik keberangkatan 23 hingga 28 Maret 2026, jumlah penumpang diskon telah mencapai 114.345 orang. Keberangkatan tertinggi arus balik penumpang diskon terjadi pada hari ini, 28 Maret 2026 sebanyak 22.524 orang.
“Puncak arus balik secara keseluruhan diprediksi terjadi pada 2 April 2026 dengan proyeksi 27.009 penumpang. Tingginya animo masyarakat terhadap diskon ini masih terus berlanjut, didukung oleh kebijakan work from anywhere atau WFA yang diberlakukan pada 25 hingga 27 Maret 2026,” ujar Ditto, Sabtu (28/3/2026).
Ditto juga menambahkan bahwa Pelni terus memantau penyerapan program stimulus ekonomi diskon transportasi dan mengimbau masyarakat yang masih berencana mudik menggunakan kapal PELNI dapat segera memesan tiket diskon melalui channel resmi agar tidak kehabisan kuota.
“Untuk arus balik, kami memprediksi Makassar menjadi pelabuhan keberangkatan terpadat dan Surabaya menjadi pelabuhan kedatangan terpadat. Sementara ruas terpadat diprediksi terjadi di rute barat yaitu Batam – Belawan ataupun sebaliknya, diikuti oleh rute Balikpapan - Surabaya,” tambah Ditto.
Pelabuhan Keberangkatan Terpadat per tanggal 28 Maret 2026:
Pelabuhan Kedatangan Terpadat per tanggal 28 Maret 2026:
Ruas Terpadat per tanggal 28 Maret 2026: