• Info MPR

Eddy Soeparno Wanti-wanti APBN Kuat Bukan Jaminan Indonesia Lolos Krisis Energi

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 26/03/2026 20:26 WIB
Eddy Soeparno Wanti-wanti APBN Kuat Bukan Jaminan Indonesia Lolos Krisis Energi Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno (Foto: MPR)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno menanggapi pandangan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya yang menegaskan bahwa Indonesia belum darurat energi karena APBN-nya yang kuat.

Eddy Soeparno menyampaikan apresiasi kepada Menkeu dan di saat yang sama juga mewanti-wanti bahwa APBN kuat bukan berarti bahwa Indonesia akan lolos dari krisis energi.

“Saya menghargai kinerja Menkeu yang menjaga resiliensi fiskal kita sehingga gejolak energi yang terjadi akibat perang di Timur Tengah belum mendorong Indonesia ke kondisi darurat energi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).

“Namun demikian kita perlu selalu waspada bahwa kuatnya APBN Indonesia saat ini bukan jaminan bahwa pasokan energi yang selama ini dipenuhi melalui jalur impor akan selalu terpenuhi,” ujar Eddy menambahkan.

Bagi Waketum PAN ini, perang Iran-Israel-AS adalah disrupsi global yang sejajar dengan disrupsi ketika dunia dilanda Covid 19. Pada saat itu, sejumlah produk dan komoditas sulit kita impor karena negara-negara produsen membutuhkannya di negara masing-masing. 

“Artinya, andaikata kita memiliki kecukupan dana untuk membelinya sekalipun, belum tentu negara produsen bersedia menjual produk yang dimaksud,” ujarnya.

“Risiko inilah yang kita hadapi saat ini. Meski Indonesia memiliki APBN yang kuat, namun belum tentu kita mampu memenuhi kebutuhan energi seperti BBM, migas dan LPG yang selama ini diimpor karena diperebutkan oleh banyak negara di satu sisi dan dibatasi penjualannya oleh negara penghasil migas di sisi yang lain,” lanjutnya. 

Karena itu, Doktor Ilmu Politik UI ini meminta seluruh pemangku kepentingan tetap waspada sekaligus berupaya memastikan bahwa sumber pasokan energi Indonesia dapat diandalkan.

Eddy menegaskan bahwa dalam kondisi krisis energi global saat ini prioritas utamanya adalah mewujudkan reliability of supply  dan bukan sekedar availability of supply

Selain itu, Eddy juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo untuk membangun ketahanan energi nasional melalui percepatan transisi energi, sehingga perlu dilaksanakan segera. 

“Perang di Timur Tengah saat ini merupakan alarm bahwa ketahanan energi Indonesia rentan. Oleh karena itu, kita perlu segerakan transisi energi, perkuat elektrifikasi dan mengembangkan sumber bio-energi nasional yang melimpah. Selagi APBN kita kuat, ini adalah saatnya kita membangun ketahanan energi yang kuat pula,” tutup Anggota Komisi XII DPR RI ini.