Petugas Ditjen Perhubungan Udara sedang memeriksa pesawat di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Foto: hubud/katakini
MEDAN– Memperkuat kesiapan menghadapi libur Hari Raya Nyepi dan Lebaran 1447 H/2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memeriksa faktor keselamatan atau ramp inspection kepada 40 pesawat di Bandara Internasional Kualanamu, Medan sepanjang 16-18 Maret 2026.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, Asri Santosa, menyampaikan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mencakup verifikasi dokumen pesawat, pengecekan kondisi teknis dan kelaikudaraan, serta kesiapan operasional penerbangan.
Selain itu, petugas juga memastikan ketersediaan dan fungsi peralatan keselamatan di dalam pesawat serta memeriksa kelengkapan dan keabsahan lisensi awak pesawat.
“Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap pesawat yang beroperasi memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan serta memberikan jaminan keamanan bagi penumpang,” kata Asri melalui keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran 2026 di Bandar Udara Internasional Kualanamu, secara kumulatif pada periode 16–18 Maret 2026 tercatat pergerakan pesawat sebanyak 509 penerbangan, atau mengalami peningkatan sekitar 1,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 503 penerbangan.
Sementara itu, jumlah penumpang tercatat sebanyak 75.517 orang, atau mengalami penyesuaian sekitar 1,1% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 76.389 penumpang, yang tetap mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat melalui Bandar Udara Kualanamu.
Adapun pergerakan kargo tercatat sebesar 501 ton, atau mengalami penurunan sekitar 28,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 697 ton, dengan operasional yang tetap terjaga dalam mendukung distribusi logistik selama periode Angkutan Lebaran.
“Pada periode Angkutan Lebaran, rute domestik menuju Sumatera Utara melalui Bandar Udara Kualanamu tetap menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk pulang ke kampung halaman. Hal ini terlihat dari pergerakan penumpang yang tetap tinggi dalam beberapa hari terakhir,” ujar Asri.