• News

Trump Kesal Negara Eropa Tak Mau Kirim Kapal ke Selat Hormuz

Vaza Diva | Rabu, 18/03/2026 07:07 WIB
Trump Kesal Negara Eropa Tak Mau Kirim Kapal ke Selat Hormuz Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meluapkan kekecewaannya terhadap sejumlah negara sekutu yang dinilai tidak suportif dalam upaya pengamanan Selat Hormuz.

Di tengah lumpuhnya jalur energi global akibat konflik yang kian memanas, Trump mengkritik negara-negara yang selama puluhan tahun menikmati perlindungan militer AS, namun kini menolak mengirimkan bantuan teknis seperti kapal penyapu ranjau.

Dalam pernyataannya yang dikutip pada Rabu (18/3), Trump menyoroti adanya sikap standar ganda dari para mitra internasionalnya.

"Banyak negara telah memberi tahu saya bahwa mereka sedang menuju lokasi, beberapa sangat anturusias, beberapa tidak. Beberapa adalah negara yang telah kami bantu selama bertahun-tahun," kata Trump.

Kekesalan Trump memuncak saat permintaannya untuk bantuan operasional sederhana ditolak oleh negara-negara tersebut dengan alasan keengganan untuk terlibat dalam konflik militer secara langsung.

"Kami ingin tahu, `Apakah Anda memiliki kapal penyapu ranjau?` Mereka menjawab, `Kami lebih suka tidak terlibat.` Selama 40 tahun, kami melindungi Anda, dan Anda tidak ingin terlibat dalam hal yang sangat kecil," ujarnya.

Sebelumnya, Trump telah melayangkan seruan resmi kepada China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, hingga Inggris untuk mengerahkan kapal perang ke wilayah Teluk.

Meski Prancis dikabarkan mulai merancang misi bersama untuk mengamankan jalur tanker, Trump tetap meragukan loyalitas aliansi NATO dalam membela kepentingan AS jika situasi semakin memburuk.

Krisis di Selat Hormuz sendiri merupakan buntut dari agresi militer AS dan Israel ke Teheran pada 28 Februari lalu yang memicu aksi balasan masif dari pihak Iran.

Akibat eskalasi ini, lalu lintas minyak dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk terhenti total, memicu guncangan hebat pada rantai pasok energi dan produksi minyak di pasar global.