• News

Iran Terus Serang Pangkalan AS di Timur Tengah dengan Rudal

Vaza Diva | Rabu, 18/03/2026 03:03 WIB
Iran Terus Serang Pangkalan AS di Timur Tengah dengan Rudal Dilaporkan dari IRGC, Iran telah menembakkan rudal ke beberapa pangkalan AS di Timur Tengah (Foto: WANA/REUTERS)

TEHERAN - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan serangan besar-besaran ke sejumlah titik strategis di wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat, pada Selasa (17/3).

Berdasarkan pernyataan resmi IRGC, serangan ini merupakan bagian dari gelombang ke-58 Operasi `True Promise 4` yang menargetkan pusat-pusat vital di wilayah utara dan tengah Israel.

Jangkauan serangan ini dilaporkan mencakup kota-kota besar hingga fasilitas militer Amerika yang tersebar di beberapa negara tetangga.

“Gelombang ke-58 Operasi ‘True Promise 4’ dilakukan terhadap target di wilayah utara dan tengah wilayah pendudukan (Zionis Israel), termasuk Nahariyya, Bet Shemesh, Tel Aviv, Yerusalem Barat, serta terhadap pangkalan militer AS,” demikian pernyataan IRGC sebagaimana dikutip media penyiaran Iran pada Rabu (18/3).

Selain wilayah Israel, IRGC mengonfirmasi telah menghantam pangkalan AS Victoria di Irak, pangkalan udara Ali al-Salem di Kuwait, serta pangkalan udara Prince Sultan di Arab Saudi. Tak luput, aset Armada Kelima Angkatan Laut AS juga menjadi sasaran dalam operasi ini.

Kekuatan serangan diperkuat dengan penggunaan persenjataan berat, termasuk rudal super berat Khorramshahr berhulu ledak dua ton, serta rudal canggih lainnya seperti Fattah, Ghadir, dan Kheibar Shekan.

Eskalasi militer ini merupakan respons langsung Teheran atas operasi gabungan AS-Israel yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Tragedi tersebut memicu amarah besar setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur di hari pertama serangan.

Selain itu, pemboman terhadap sebuah sekolah putri di Iran selatan menambah daftar panjang duka, dengan total korban jiwa yang menurut otoritas Iran kini telah menembus angka 1.200 orang.