Arsip - Bendera Iran terlihat dalam ilustrasi ini, diambil pada 24 April 2024 (Foto: REUTERS)
TEHERAN - Kementerian Warisan Budaya dan Pariwisata Iran melaporkan dampak kerusakan parah pada aset bersejarah negara tersebut akibat rangkaian serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
Berdasarkan data terbaru yang dikutip dari Sputnik pada Rabu (18/3), tercatat lebih dari seratus titik warisan budaya yang mengalami kehancuran akibat agresi tersebut.
Laporan resmi dari kantor berita Tasnim menyebutkan sebaran kerusakan mencakup wilayah-wilayah krusial yang kaya akan nilai sejarah. Ibu kota Teheran menjadi wilayah terdampak paling parah, disusul oleh pusat kebudayaan Isfahan dan wilayah barat laut di Provinsi Kurdistan.
"Jumlah situs bersejarah dan budaya yang rusak akibat serangan AS dan rezim Zionis di berbagai tempat telah mencapai 108," kata kementerian tersebut seperti dikutip kantor berita Tasnim pada Rabu.
Secara terperinci, data menunjukkan 60 situs berada di Teheran, 19 lokasi di Isfahan, serta 12 titik di Provinsi Kurdistan. Eskalasi konflik ini sendiri memuncak sejak 28 Februari lalu, saat Amerika Serikat dan Israel mulai menggempur sejumlah target strategis di Iran.
Serangan tersebut tidak hanya merusak infrastruktur dan situs budaya, tetapi juga menelan korban jiwa dari kalangan sipil serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai respons atas agresi militer tersebut, Iran melakukan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini memicu kekhawatiran global akan hilangnya warisan peradaban dunia yang tidak ternilai harganya di wilayah tersebut.