Pawai obor dalam rangka sambut lebaran (Foto: ANTARA)
JAKARTA – Indonesia tidak pernah kehabisan cara untuk merayakan kemenangan Idulfitri, salah satunya lewat perayaan dan berbagai tradisi di berbagai daerah.
Tradisi-tradisi ini menjadi simbol syukur, penghormatan kepada leluhur, hingga upaya mempererat kohesi sosial masyarakat.
Melansir dari berbagai sumber, berikut ini enam tradisi dalam menyambut Lebaran di berbagai penjuru tanah air:
1. Meugang (Aceh)
Tradisi yang telah ada sejak zaman Sultan Iskandar Muda ini merupakan kebiasaan masyarakat untuk memasak daging sapi atau kerbau dalam jumlah besar.
2. Ronjok Sayak (Bengkulu)
Masyarakat suku Serawai di Bengkulu memiliki cara ikonik dalam menerangi malam takbiran.
Ronjok Sayak atau bakar gunung api adalah tradisi membakar tumpukan batok kelapa yang disusun menjulang hingga setinggi manusia.
Api yang menyala di depan tiap rumah dipercaya sebagai simbol cahaya kemenangan dan doa bagi para leluhur yang telah tiada.
3. Meriam Karbit (Pontianak)
Di sepanjang tepian Sungai Kapuas, dentuman keras meriam karbit menjadi pertanda datangnya 1 Syawal.
4. Perang Topat (Lombok)
Meski puncak perayaannya seringkali terjadi pada Lebaran Topat (seminggu setelah Idulfitri), tradisi ini berakar pada penyambutan hari kemenangan.
5. Malam Selawe (Gresik)
Tradisi ini berlangsung pada malam ke-25 Ramadan menjelang Lebaran. Masyarakat Gresik berbondong-bondong menuju makam Sunan Giri untuk beribadah dan berziarah.
6. Tumbilotohe (Gorontalo)
Secara harfiah berarti "pasang lampu", tradisi ini dilakukan pada tiga malam terakhir menjelang Lebaran.
Jutaan lampu botol berbahan bakar minyak tanah dipasang di depan rumah, jalanan, hingga pematang sawah.