• Kesra

Menko PM: 23 Juta Rakyat Belum Sejahtera, Masih Kesulitan Ekonomi

M. Habib Saifullah | Kamis, 12/03/2026 21:05 WIB
Menko PM: 23 Juta Rakyat Belum Sejahtera, Masih Kesulitan Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar saat ditemui usai kegiatan Selasar Hangat, Harmoni Lintas Keyakinan di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur (Foto: M.Habib Saifullah/Katakini.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa saat ini ada 23 rakyat Indonesia yang masih mengalami kesulitan ekonomi.

Pernyataan ini disampaikannya dalam kegiatan Selasar Hangat, Harmoni Lintas Keyakinan di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026).

"Setidaknya 23 juta kaum yang belum sejahtera masih dalam posisi kesulitan ekonomi," kata Menko Muhaimin atau yang kerap disapa Cak Imin.

Cak imin mengatakan bahwa jumlah rakyat yang masih kesulitan ekonomi ini merupakan tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah.

"Itu menjadi bagian dari 8,25 persen penduduk bangsa kita masih mengalami kemiskinan relatif, dan 0,85 persen masih ada di dalam kemiskinan ekstrem," ujarnya.

Oleh karena itu, Cak Imin mendorong seluruh pihak termasuk filantropi, lembaga zakat, dan potensi kepedulian umat beragama untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.

Ia juga mengajak para tokoh agama menggerakkan kepedulian sosial yang tepat sasaran agar warga yang berhak mendapatkan bantuan dapat segera terlayani.

"Tidak ada satupun agama yang hanya mengedepankan kepasrahan pasif, seluruh agama mendorong sikap untuk mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri," kata Cak Imin.

Cak Imin menekankan bahwa bantuan sosial tidak boleh hanya berhenti pada sifat bantuan jangka pendek, tetapi harus mendorong masyarakat untuk "naik kelas" menjadi mandiri dan berdaya.

Gerakan sosial ini diharapkan menjadi pemantik bagi kemajuan bangsa melalui peningkatan kapasitas, akses permodalan, serta pembangunan infrastruktur kemandirian warga.

"Tahun ini rata-rata (zakat) di angka 4 triliunan, dengan target 44 triliun," katanya

Menko PM menganggap potensi besar dari berbagai agama ini akan terus dikolaborasikan melalui penggunaan data tunggal yang akurat agar penyaluran bantuan lebih efektif.

Manajemen yang baik dalam semangat gotong royong diyakini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk terus menyumbang dan membantu sesama yang membutuhkan.