Pelatih Arsenal, Mikel Arteta (foto: bola.net)
BERLIN - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menilai timnya sempat kehilangan kendali saat ditahan imbang 1-1 oleh Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, pada Kamis (12/3) dini hari.
Meski mendominasi sejak awal, The Gunners harus puas berbagi angka setelah gol menit-menit akhir menyelamatkan mereka dari kekalahan.
Arteta menyayangkan kegagalan timnya mengonversi peluang menjadi gol lebih awal, yang justru memberikan celah bagi Leverkusen untuk mencuri keunggulan lewat Robert Andrich.
"Kami mengendalikan permainan dengan baik, tetapi tidak mencetak gol. Kemudian kami membiarkan permainan lepas kendali. Itu tidak perlu," ujar Arteta sebagaimana dikutip dari laman resmi UEFA, pada Kamis. I
"Kami memberi mereka harapan dan permainan pun berubah. Dalam 20-25 menit terakhir, kami bermain lebih baik lagi dan saya pikir gol equalizer itu pantas kami dapatkan," tambahnya.
Salah satu sorotan utama dalam laga ini adalah gol penyeimbang yang dicetak oleh Kai Havertz melalui titik putih.
Bagi Arteta, keberhasilan Havertz membobol gawang mantan klubnya adalah sebuah drama sepak bola yang menarik.
"Sepak bola menciptakan kisah-kisah gila. Tentu saja, sungguh luar biasa bahwa Kai (Havertz) kembali ke sini setelah bertahun-tahun dan kemudian berhasil mengeksekusi penalti untuk membuat skor menjadi 1-1. Ini adalah kisah yang hebat, tentu saja," ucap Arteta.
Hasil ini memastikan persaingan masih sangat terbuka lebar. Kedua tim kini diwajibkan mengincar kemenangan mutlak pada leg kedua yang akan dihelat di Stadion Etihad, London, Selasa (17/3) mendatang, demi memperebutkan satu tiket ke babak perempat final.