• Oase

Haid di 10 Malam Terakhir Ramadan? Ini Amalan Penggantinya

M. Habib Saifullah | Rabu, 11/03/2026 18:05 WIB
Haid di 10 Malam Terakhir Ramadan? Ini Amalan Penggantinya Ilustrasi - Amalan sunnah di malam Lailatul Qadar (Foto: Pexels/Thridman)

JAKARTA - Datangnya siklus bulanan atau haid di sepuluh malam terakhir Ramadan sering kali memunculkan rasa sedih bagi kaum wanita.

Banyak yang merasa kehilangan kesempatan emas untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar karena tidak dapat melaksanakan salat wajib, salat tarawih, maupun iktikaf di masjid.

Namun, dalam perspektif Islam, haid adalah ketetapan Allah SWT yang tidak menghalangi seorang hamba untuk mendapatkan pahala besar.

Meski dilarang melakukan ibadah tertentu, pintu rahmat tetap terbuka lebar melalui berbagai amalan pengganti yang tidak mensyaratkan kesucian dari hadas besar.

Menghimpun dari berbagai sumber, berikut ini deretan amalan yang dapat dilakukan wanita haid agar tetap mendapatkan keutamaan malam seribu bulan:

1. Memperbanyak Zikir dan Selawat

Zikir adalah ibadah lisan yang sangat dicintai Allah dan tidak mensyaratkan kesucian fisik.

Wanita yang sedang haid dapat terus membasahi lidahnya dengan kalimat thoyyibah seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah, dan Allahu Akbar.

Selain itu, memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW di malam-malam ganjil juga menjadi jalan meraih keberkahan.

2. Membaca Doa Lailatul Qadar

Doa merupakan inti dari ibadah. Wanita haid sangat dianjurkan untuk terus memanjatkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Siti Aisyah RA, yakni:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah,

"Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah aku).

3. Mendengarkan Lantunan Al-Qur`an

Meski terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai hukum memegang mushaf bagi wanita haid, sebagian besar ulama memperbolehkan mereka untuk mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur`an.

Menyimak bacaan Al-Qur`an dengan khusyuk tetap memberikan ketenangan jiwa dan pahala yang besar, seolah-olah hati ikut berinteraksi dengan wahyu Allah.

4. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Malam-malam terakhir Ramadan adalah waktu terbaik untuk memohon ampunan. Wanita haid bisa memanfaatkan waktu malam untuk bermuhasabah (introspeksi diri) dan memperbanyak istighfar.

Memohon ampunan atas dosa-dosa masa lalu merupakan salah satu esensi utama dari menghidupkan malam Lailatul Qadar.

5. Bersedekah dan Menyiapkan Keperluan Ibadah Orang Lain

Pahala juga bisa diraih melalui jalur sosial. Membantu menyiapkan menu sahur bagi keluarga yang berpuasa atau menyisihkan sebagian harta untuk sedekah di malam ganjil memiliki nilai yang sangat tinggi.

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang memfasilitasi orang lain beribadah akan mendapatkan pahala yang serupa dengan orang yang melakukannya.

6. Mempelajari Ilmu Agama

Membaca buku-buku agama, mendengarkan ceramah secara daring, atau mengkaji tafsir Al-Qur`an adalah bentuk ibadah intelektual yang sangat dianjurkan.

Menambah wawasan keagamaan di saat tidak bisa salat justru bisa menjadi cara untuk mempertebal iman dan ketakwaan.

Dengan niat yang tulus dan semangat ibadah yang tetap membara, kondisi haid bukan menjadi penghalang bagi seorang mukminah untuk menjadi bagian dari hamba-hamba yang diselamatkan dari api neraka di penghujung Ramadan.