Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat menerima audiensi dari Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bersama jajarannya (Foto: Humas Kemendes PDT)
JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae beserta jajaran di ruang kerjanya kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas program-program yang ada di desa, seperti halnya Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), Desa Ekspor hingga Desa Wisata.
Dalam pertemuan itu, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan bahwa Kabupaten Sigi memiliki potensi yang sangat luar biasa sebagai destinasi desa wisata unggulan.
Ia mengatakan bahwa destinasi di Sigi memadukan keindahan alam Danau Lindu, pegunungan, kelestarian budaya serta kekayaan flora-fauna endemik di Taman Nasional Lore Lindu.
Selain potensial di sektor pariwisata, kawasan ini juga produktif dalam sektor perikanan air tawar dan komoditas pertanian dan perkebunan.
Dengan adanya 10.000 hektar yang digunakan untuk Kakao, maka Kabupaten Sigi sangat potensial untuk ekspor coklat.
"Di sekitar danau tersebut ada persawahan, perkebunan, hingga peternakan. Potensi kopi, coklat dan durian juga sangat bagus. Ada sekitar 10.000 hektar yang bisa digunakan untuk Kakao atau coklat," kata Rizal.
Untuk itu, ia kemudian melakukan audiensi dengan Mendes PDT Yandri Susanto dalam rangka untuk memaksimalkan seluruh potensi-potensi yang ada di desa-desa Kabupaten Sigi.
Menanggapi hal tersebut, Mendes PDT Yandri Susanto menyambut baik rencana yang akan dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sigi. Ia kemudian menyarankan agar Kabupaten Sigi bisa memaksimalkan potensi yang ada.
Menurutnya, yang sangat potensial untuk dilakukan di Kabupaten Sigi adalah Desa Wisata dan Desa Ekspor.
Untuk itu, Ia berkomitmen mendampingi Kabupaten Sigi dalam menjadikan desa wisata dan desa ekspor, sehingga potensi yang ada bisa dimaksimalkan.
"Desa wisata, desa ekspor, perkebunan dan peternakan bagus untuk kegiatan ekonomi. Nanti contoh desa wisata atau desa ekspor yang berhasil bisa dimodifikasi dan disesuaikan dengan potensi daerah, karena banyak contoh suksesnya," ujar Yandri.
Namun begitu, Mendes Yandri juga mengimbau pemerintah Kabupaten Sigi agar dalam pembangunan desa wisata dan lain sebagainya dapat melibatkan masyarakat sekitar.
Menurutnya, dengan keterlibatan masyarakat sekitar maka pertumbuhan ekonomi di Sigi akan mengalami peningkatan.