• Kesra

4 Perempuan Berpengaruh Zaman Nabi yang Membentuk Sejarah Islam

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 09/03/2026 23:55 WIB
4 Perempuan Berpengaruh Zaman Nabi yang Membentuk Sejarah Islam Ilustrasi - Keistimewaan Sayyidah Fatimah Az-Zahra (Foto: Unsplash/Andrew Johnson)

JAKARTA - Dalam sejarah Islam, perempuan tidak hanya hadir sebagai bagian dari keluarga atau masyarakat, tetapi juga sebagai tokoh penting yang memberikan kontribusi besar dalam dakwah, pendidikan, hingga perjuangan sosial.

Pada masa Nabi Muhammad SAW, sejumlah perempuan tampil sebagai figur berpengaruh yang membantu membentuk perkembangan awal Islam.

Mereka dikenal karena keberanian, kecerdasan, keteguhan iman, serta peran strategis dalam berbagai peristiwa penting. Dari tokoh pengusaha hingga ulama perempuan, kisah mereka menjadi teladan yang terus dikenang hingga saat ini.

Berikut sejumlah perempuan paling terkenal dan berpengaruh yang memiliki peran penting pada masa Nabi Muhammad SAW.

1. Khadijah binti Khuwailid

Khadijah binti Khuwailid adalah istri pertama Nabi Muhammad sekaligus perempuan pertama yang memeluk Islam. Sebelum pernikahannya dengan Nabi, Khadijah dikenal sebagai seorang pengusaha sukses di Mecca yang memiliki jaringan perdagangan luas.

Ketika Nabi menerima wahyu pertama, Khadijah menjadi sosok yang memberikan dukungan penuh. Ia tidak hanya menguatkan Nabi secara emosional, tetapi juga mendukung dakwah Islam dengan harta dan pengaruh sosialnya.

Peran Khadijah sangat penting dalam fase awal Islam, terutama ketika kaum Muslim menghadapi tekanan dan penolakan dari masyarakat Quraisy. Ia menggunakan kekayaan dan pengaruhnya untuk membantu perjuangan kaum Muslim pada masa-masa awal.

Dari pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Sayyidah Khadijah, lahir Fatimah az-Zahra, yang kelak menjadi salah satu tokoh perempuan paling dihormati dalam sejarah Islam. 

2. Fatimah az-Zahra

Sayyidah Fatimah az-Zahra adalah putri Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kesalehan, keteguhan iman, dan kehidupan yang sederhana. Ia hidup pada masa penuh tantangan ketika kaum Muslim mengalami penindasan di Mekah sebelum akhirnya hijrah ke Madinah pada tahun 622.

Sayyidah Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib dan menjadi ibu dari dua tokoh penting dalam sejarah Islam, yaitu Hasan bin Ali dan Husain bin Ali. Melalui keturunan Sayyidah Fatimah, terutama Hasan bin Ali dan Husain bin Ali, garis keturunan Nabi Muhammad tetap terjaga.

Dalam banyak riwayat, Sayyidah Fatimah dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan Nabi Muhammad SAW. Ia juga menjadi simbol keteguhan dan kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

3. Nusaibah binti Ka`ab

Nama Nusaibah binti Ka`ab atau Ummu Ammarah dikenal sebagai salah satu perempuan paling berani dalam sejarah Islam.

Ia merupakan anggota suku Bani Najjar dan termasuk Muslim awal di Madinah. Nusaibah dikenal karena keberaniannya dalam Perang Uhud pada tahun 625.

Dalam pertempuran tersebut, ia membawa pedang dan perisai untuk melindungi Nabi Muhammad dari serangan musuh. Nusaibah mengalami banyak luka akibat tombak dan panah.

Ketika akhirnya sadar setelah pingsan akibat luka, pertanyaan pertama yang ia ajukan adalah apakah Nabi Muhammad selamat—sebuah bukti kesetiaan dan pengabdiannya terhadap Islam.

4. Aisyah binti Abu Bakar

Tokoh perempuan berpengaruh lainnya adalah Aisyah binti Abu Bakar, istri Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kecerdasannya dan kontribusinya dalam ilmu agama.

Aisyah meriwayatkan ribuan hadis yang menjadi rujukan penting dalam tradisi Islam. Dikisahkan, banyak sahabat Nabi bahkan belajar langsung darinya setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Selain dikenal sebagai ahli ilmu, Aisyah juga aktif dalam berbagai diskusi keagamaan dan sosial di Madinah. Perannya menjadikan dirinya salah satu ulama perempuan paling berpengaruh dalam sejarah Islam.