Mojtaba Khamenei, putra Ayatollah Ali Khamenei resmi ditunjuk menjadi pemimpin tertinggi Iran (Foto: X/Nexta_tv)
JAKARTA - Mojtaba Khamenei resmi menjadi pemimpin tertinggi baru Iran menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei, yang syahid dalam agresi Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu.
Pria berusia 56 tahun itu dinobatkan oleh para Majles-e Khobregan (Majelis Ahli) pada Minggu (8/3/2026) waktu setempat.
Diketahui, Mojtaba Khamenei tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum, tetapi selama beberapa dekade telah menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di lingkaran dalam pemimpin tertinggi, membina hubungan yang erat dengan IRGC.
Dalam beberapa tahun terakhir, Khamenei semakin sering disebut-sebut sebagai calon pengganti utama ayahnya.
Pemilihannya ini bisa mengindikasikan bahwa pemerintah Iran kurang berminat untuk menyetujui kesepakatan atau negosiasi dalam jangka pendek karena perang memasuki minggu kedua.
Ali Hashem dari Al Jazeera menggambarkan Khamenei sebagai "penjaga gerbang ayahnya".
Ia mengadopsi posisi ayahnya terkait Amerika Serikat, terkait Israel. Jadi kita mengharapkan seorang pemimpin yang konfrontatif. Kita tidak mengharapkan sikap moderat,” katanya.
"Namun, jika perang ini berakhir dan dia masih hidup, dan dia mampu terus memimpin negara, akan ada potensi besar… untuk menemukan jalur baru bagi Iran," kata Hashem.
Sementara itu, Heidari Alekasir, anggota Majelis Pakar yang bertugas memilih pemimpin tertinggi, mengatakan bahwa kandidat tersebut dipilih berdasarkan nasihat mendiang Khamenei bahwa pemimpin tertinggi Iran harus "dibenci oleh musuh" alih-alih dipuji olehnya.
"Bahkan Setan Besar (AS, Red.) pun menyebut namanya," kata ulama senior itu merujuk pada pernyataan Presiden AS Donald Trump sebelumnya bahwa Mojtaba Khamenei akan menjadi pilihan yang "tidak dapat diterima" baginya untuk memimpin Iran.
Para pemimpin kunci, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dan angkatan bersenjata dengan cepat menyatakan dukungan mereka kepada Mojtaba Khamenei.
Pernyataan selaras pun disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani. Ia menyerukan persatuan di sekitar pemimpin tertinggi yang baru.