• Info DPR

Stok BBM 21 Hari, Gobel: Momentum Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Aliyudin Sofyan | Sabtu, 07/03/2026 12:27 WIB
Stok BBM 21 Hari, Gobel: Momentum Perkuat Ketahanan Energi Nasional Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel. Foto: dpr

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Rachmat Gobel menyampaikan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, memunculkan berbagai kekhawatiran terkait stabilitas pasokan energi global, baik minyak, gas, maupun listrik.

Namun, menurutnya hal ini menjadi momentum pembelajaran bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem ketahanan energi nasional ke depan. Termasuk mengambil berbagai Langkah strategis lainnya untuk menyiasati kondisi yang ada.

“Yang paling penting menurut saya adalah pemerintah, termasuk PLN dan Pertamina, harus mengambil langkah strategis. Ini menjadi pengalaman penting bagi kita untuk melihat apa yang masih kurang dan apa pekerjaan rumah yang harus segera kita selesaikan,” kata Rachmat Gobel melalui keterangannya  Sabtu (7/3/2026).

Legislator asal Gorontalo ini juga menyampaikan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil lahadalia terkait stok BBM (bahan bakar minyak) dalam negeri hanya untuk 21 hari, merupakan momen pembelajaran bagi pemerintah dan masyarakat.

“Kita harus terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi yang ada. Di saat yang sama, masyarakat juga perlu diajak untuk menyikapi situasi ini dengan bijak, misalnya dengan mulai berhemat dalam penggunaan energi,” ujar Gobel.

Dijelaskan Politisi dari Fraksi Partai NasDem ini, salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan adalah percepatan investasi di sektor energi, khususnya pada sektor pengolahan energi seperti kilang (refinery) dan pengembangan energi baru terbarukan. Gobel menilai pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif agar berbagai proyek strategis di sektor energi dapat berjalan lebih cepat.

Sedangkan untuk masyarakat sendiri, selain harus lebih bijak dan menghemat dalam penggunaan energi, Gobel berharap masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying BBM. Sikap demikian, menurutnya, justru akan memperburuk kondisi yang ada.

“Dalam hal Ini perlu edukasi tidak hanya dari pemerintah, namun juga seluruh elemen bangsa kepada masyarakat untuk tidak panic buying dengan melakukan pembelian berlebih atau bahkan penimbunan BBM yang justru akan memperparah kondisi di lapangan. Sekali lagi ini pembelajaran bagi kita semua. Sebagai negara besar, kita harus memperkuat sistem energi kita agar lebih tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh dinamika global,” tegasnya.