Ilustrasi - buka puasa (Foto: SHUTTERSTOCK)
JAKARTA - Masalah "kalap" saat waktu berbuka tiba sering kali menjadi keluhan utama umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Alih-alih merasa bertenaga setelah 13 jam menahan lapar, pola makan yang tidak terkontrol justru sering memicu rasa begah, kantuk berat, hingga gangguan asam lambung yang mengganggu ibadah malam.
Bagi Anda yang sering merasa kekenyangan berlebih, pengaturan ulang porsi makan menjadi kunci utama untuk menjaga kebugaran tubuh. Mengacu pada panduan gizi seimbang, rahasia agar perut tidak begah adalah dengan membagi waktu makan menjadi dua fase, yakni menu takjil ringan dan makan malam dengan jeda waktu yang tepat.
Lantas, bagaimana komposisi porsi yang ideal agar kebutuhan nutrisi terpenuhi tanpa membebani pencernaan? Mulai dari pemilihan jenis karbohidrat hingga takaran sayuran yang pas.
Ulasan berikut akan memberikan gambaran praktis yang bisa Anda terapkan agar tetap fit dan produktif selama bulan Ramadan.
Hindari langsung menyantap makanan berat saat azan Magrib. Awali dengan takjil ringan seperti air putih dan 3 butir kurma untuk mengembalikan kadar gula darah secara perlahan, lalu beri jeda sekitar 30 menit atau setelah salat Magrib sebelum masuk ke menu utama.
Makan Malam Saat makan malam, gunakan takaran gizi seimbang: maksimal 3 centong nasi (150g), satu jenis protein hewani (seperti sepotong ayam tanpa kulit), dan lauk nabati (seperti tempe atau tahu). Pastikan porsi ini tidak berlebihan agar perut tetap nyaman untuk beraktivitas.
Penuhi asupan serat dengan minimal satu mangkuk sedang sayuran. Serat sangat penting untuk melancarkan pencernaan selama puasa dan membantu memberikan rasa kenyang yang lebih lama tanpa membuat perut terasa begah atau penuh gas.