• News

15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan

M. Habib Saifullah | Rabu, 04/03/2026 06:35 WIB
15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan Israel dan AS melakukan serangan ke Teheran, Iran (Foto: AP)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan bahwa sebanyak 15 warga negara Indonesia (WNI) di Teheran Iran siap dievakuasi melalui Baku, Azerbaijan.

Langkah ini dilakukan menyusul eskalasi konfik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) sejak 28 Februari lalu.

"Sedang diatur kapan (evakuasi dilaksanakan) karena ruang udara juga sedang ditutup. Kalau misalnya evakuasi dari Teheran itu, mereka harus dibawa ke Baku itu sepuluh jam perjalanan," ujar Sugiono di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.

Menlu mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI di Iran mengatur waktu sebelum evakuasi WNI dilaksanakan melalui perjalanan darat dari Teheran menuju Baku, Azerbaijan.

Sugiono menjelaskan bahwa persiapan evakuasi dilakukan dengan pertimbangan logistik dan kondisi kesehatan setiap WNI karena lamanya waktu tempuh perjalanan darat dari Teheran, Iran menuju Baku, Azerbaijan, kemudian penerbangan menuju Jakarta.

Sementara itu, WNI yang berada di negara Teluk lainnya (Gulf Cooperation Counci/GCC), seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Zatar, Bahrain dan Oman tidak meminta dievakuasi.

"Yang minta evakuasi, kita evakuasi. Kan tidak mungkin orang yang tidak mau dipindahkan, kita pindahkan," kata Sugiono.

"Di GCC aja Qatar ada 27 ribu orang, kalau minta dievakuasi, kita mau evakuasi. Di Qatar, di UAE, di Bahrain, belum ada yang mau dievakuasi. Ini 15 (WNI) yang udah menyatakan kesediaan," dia menambahkan.

Dia pun telah memerintahkan Duta Besar RI untuk Iran Rolliansyah Soemirat untuk segera mengambil langkah-langkah evakuasi WNI di Iran.

"Di tengah eskalasi yang semakin meningkat, tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada Dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera, jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi," ujar Sugiono.