Pemudik dengan mengendarai sepeda motor melintas di kawasan jalur Pantura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
JAKARTA - Selama Arus Mudik Lebaran tahun 20206 ini, masjid-masjid yang berada di jalur mudik akan beroperasi selama 24 jam.
“Secara nasional terdapat 6.859 posko Masjid Ramah Pemudik yang disiapkan di berbagai titik jalur mudik,” kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umardi Jakarta, Selasa (3/3/3026).
Ribuan masjid tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, antara lain pengamanan area ibadah dan parkir, toilet bersih dan ketersediaan air wudu, fasilitas pengisian daya gawai, ruang ibadah nyaman dan area istirahat, air minum dan makanan ringan, dan pusat informasi bagi pemudik
Nasaruddin menegaskan tradisi mudik Lebaran harus berlangsung aman, lancar, dan menyenangkan. Kementerian Agama, menurutnya, perlu berkontribusi sebagai bentuk pelayanan publik sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pelayanan publik, Kementerian Agama meluncurkan Program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026.
Program ini bertujuan menampilkan masjid sebagai rumah singgah umat serta memperlihatkan praktik pelayanan yang humanis dan inklusif selama masa mudik dan arus balik.
EMI akan dilaksanakan melalui peliputan perjalanan di jalur mudik bersama Radio Elshinta, dimulai H-8 Idulfitri dan berlangsung pada H-7 hingga H+7 Lebaran, yakni 13–29 Maret 2026.
Masjid yang terlibat diklasifikasikan dalam beberapa kategori, seperti masjid transit utama, masjid penyangga kota, masjid kota provinsi/kabupaten, masjid ikonik bersejarah, dan masjid area berisiko (pelabuhan, perbatasan, jalur rawan macet).