• Oase

Gerhana Hiasi Langit Malam Ini, Simak Panduan Lengkap Salat Khusuf

M. Habib Saifullah | Selasa, 03/03/2026 10:05 WIB
Gerhana Hiasi Langit Malam Ini, Simak Panduan Lengkap Salat Khusuf Ilustrasi salat gerhana (FOTO: HO/IST)

JAKARTA - Fenomena alam bakal menyapa masyarakat Indonesia pada Selasa (3/3/2026) malam ini. Gerhana Bulan Total (GBT) yang diprediksi akan menghiasi langit nusantara dan dapat dinikmati dengan mata telanjang, asalkan kondisi cuaca di wilayah pengamatan cerah.

Peristiwa astronomi ini menjadi momen yang spesial bagi para pencinta langit. Pasalnya, Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 ini merupakan satu-satunya fenomena gerhana Bulan yang dapat disaksikan secara langsung dari wilayah Indonesia sepanjang tahun ini.

Dalam pandangan Islam, gerhana Matahari (kusufus syamsi) maupun gerhana bulan (khusuful qamar) dipahami sebagai tanda kebesaran Allah SWT.

Mengutip NU Online, mayoritas ulama berpendapat pelaksanaan salat gerhana, baik Matahari maupun bulan, hukumnya sunah muakkadah.

وَصَلَاةُ كُسُوفِ الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ بِالْاِجْمَاعِ لَكِنْ قَالَ مَالِكٌ وَأَبُو حَنِيَفَةَ يُصَلِّى لِخُسُوفِ الْقَمَرِ فُرَادَى وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ كَسَائِرِ النَّوَافِلِ

“Menurut kesepakatan para ulama (ijma`) hukum shalat gerhana Matahari dan gerhana bulan adalah sunah mu’akkadah. Akan tetapi menurut Imam Malik dan Abu Hanifah shalat gerhana bulan dilakukan sendiri-sendiri dua rakaat seperti shalat sunah lainnya,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Kairo, Darul Hadits, 1431 H/2010 M, juz VI, halaman 106).

Adapun tata cara salat gerhana ialah sebagai berikut:

1. Niat melakukan shalat gerhana Matahari (kusufus syams) atau gerhana bulan (khusuful qamar), menjadi imam atau ma’mum.

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ / لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

2. Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.

3. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku’ dan dua kali sujud.

4. Setelah ruku’ pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surat kembali.

5. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua.

6. Setelah shalat disunahkan untuk berkhotbah.

Hal yang sebaiknya diperhatikan adalah dalam soal ruku’nya. Ruku’ yang pertama dalam rakaat pertama lebih panjang dari yang kedua. Menurut keterangan yang terdapat dalam kitab-kitab fikih madzhab Syafi’i, pada ruku’ pertama membaca tasbih kira-kira lamanya sama dengan membaca seratus ayat surat Al-Baqarah, sedang ruku’ kedua kira-kira delapan puluh ayat.

Begitu seterusnya dalam rakaat kedua. Untuk ruku’ pertama pada rakaat kedua membaca tasbih lamanya kira-kira sama dengan membaca tujuh puluh ayat surat Al-Baqarah, dan ruku’ keduanya kira-kira lamanya sama dengan membaca lima puluh ayat.