Arsip foto - Fasilitas minyak dan gas Saudi Aramco di Dhahran di Arab Saudi timur (Foto: AFP/ nytimes.com)
TEHERAN - Iran membantah pihaknya menyerang fasilitas minyak Aramco Arab Saudi sebagai balasan operasinya. Sumber militer Iran yang dikutip Kantor Berita Tasnim menyatakan bahwa pihaknya tidak menargetkan fasilitas minyak di kawasan.
Serangan terhadap fasilitas minyak Aramco Arab Saudi diklaim Iran dilakukan oleh Israel dan merupakan contoh operasi "Bendera Palsu", demikian sumber yang mengetahui informasi tersebut mengatakan kepada Tasnim.
Sumber militer yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa serangan terhadap Aramco adalah operasi bendera palsu Israel, menambahkan bahwa tujuan Israel adalah untuk mengalihkan perhatian negara-negara regional dari kejahatannya dalam menyerang situs-situs sipil di Iran.
"Iran telah mengumumkan secara terang-terangan bahwa mereka akan menargetkan semua kepentingan, instalasi, dan fasilitas Amerika dan Israel di kawasan itu, dan telah menyerang banyak di antaranya sejauh ini, tetapi fasilitas Aramco belum termasuk di antara target serangan Iran sejauh ini," tambah sumber yang mengetahui informasi tersebut.
Sumber yang mengetahui informasi tersebut juga menggarisbawahi, "Menurut data yang diberikan kepada kami oleh sumber intelijen, pelabuhan Fujairah di UEA juga merupakan salah satu target berikutnya dari Israel dalam operasi bendera palsu, dan rezim ini bermaksud untuk menyerangnya,"