• Info MPR

Ibas: Pesantren Benteng Moral, Pembentuk Karakter, dan Kekuatan Sosial Bangsa

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 02/03/2026 18:51 WIB
Ibas: Pesantren Benteng Moral, Pembentuk Karakter, dan Kekuatan Sosial Bangsa Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) melakukan silaturahmi dalam rangkaian kegiatan reses bertajuk Ramadan Religi, Menguatkan Negeri di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Sabtu (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa pesantren merupakan pilar moral dan penjaga karakter bangsa di tengah arus perubahan zaman yang semakin cepat.

“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng moral, pembentuk karakter, dan kekuatan sosial bangsa,” kata Ibas dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan silaturahmi dalam rangkaian kegiatan reses bertajuk Ramadan Religi, Menguatkan Negeri di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Sabtu (28/2/2026).

Kunjungan di bulan suci Ramadan tersebut menjadi momentum mempererat ukhuwah serta memperkuat sinergi antara negara dan lembaga pendidikan keagamaan. Ibas yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari ikhtiar mempertebal persaudaraan serta menyambung doa bersama para ulama dan santri.

Gontor menjadi contoh bagaimana iman, Islam, dan nasionalisme bersatu dalam perjuangan bangsa menuju kedamaian dan kesejahteraan. Mohon doa dan restu agar kita bisa terus berjuang untuk Indonesia,” ujarnya.

Sebagai pimpinan MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur VII dari Fraksi Partai Demokrat, Ibas menilai Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan salah satu institusi pendidikan Islam yang berpengaruh, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.

Menurutnya, pesantren seperti Gontor telah melahirkan banyak kader pemimpin, pemikir, dan tokoh masyarakat yang berkontribusi dalam berbagai bidang, baik pendidikan, sosial, maupun keagamaan.

Dalam dialog kebangsaan bersama pimpinan pondok, Ibas menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai keislaman dan semangat kebangsaan.

“Di tengah era digital dan globalisasi, pendidikan karakter menjadi kunci. Pesantren mampu menghadirkan keseimbangan antara tradisi keilmuan, kedisiplinan, dan wawasan global tanpa kehilangan identitas nasional,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap sistem pendidikan di Gontor yang menekankan pembentukan akhlak, adab, dan jiwa pengabdian.

“Saya bangga. Santri di sini tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga menemukan keimanan, tujuan hidup, dan semangat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa,” ungkap Ibas.

Sebagai wakil rakyat, H. EBY menegaskan komitmennya untuk terus menampung dan mengawal aspirasi dunia pesantren agar proses pendidikan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Saya akan terus menampung dan memperjuangkan aspirasi pesantren agar pendidikan tetap khidmat, kuat dalam nilai, dan mampu melahirkan generasi unggul yang ilmunya bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh pimpinan dan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor. Turut hadir pimpinan pondok KH Hasan Abdullah Sahal dan KH M. Akrim Mariyat, serta pimpinan Universitas Darussalam Gontor bersama para pengasuh dan santri.

Dalam pertemuan tersebut, KH Hasan Abdullah Sahal menekankan pentingnya peran pendidikan pesantren dalam membangun kecerdasan bangsa sekaligus menanamkan kecintaan kepada Indonesia sebagai bagian dari nilai keagamaan dan kebangsaan yang tidak terpisahkan.

Ia menyampaikan bahwa seluruh elemen bangsa, baik rakyat, pemimpin, maupun lembaga pendidikan, memikul amanah untuk menjaga persatuan, memperkuat karakter generasi muda, serta mampu membaca dinamika nasional dan global dengan sikap bijak dan cerdas. Beliau juga mengingatkan pentingnya kemandirian bangsa di tengah persaingan dunia serta menjaga kerukunan nasional agar Indonesia tetap kuat dan tidak mudah terpecah.

Dalam kesempatan tersebut, KH Hasan Abdullah Sahal turut memanjatkan doa bagi Edhie Baskoro Yudhoyono agar senantiasa diberikan keikhlasan, kekuatan, kesabaran, dan keteguhan dalam menjalankan amanah pengabdian kepada bangsa, dianugerahi umur panjang, iman yang kokoh, rezeki yang lapang, amal yang terus bertambah, kehidupan yang penuh keberkahan, serta keturunan yang mampu melanjutkan perjuangan demi kemaslahatan umat dan negara.

Melalui momentum Ramadan ini, Ibas berharap hubungan antara negara dan pesantren semakin erat dalam membangun generasi Indonesia yang berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki semangat pengabdian demi kemajuan bangsa serta kesejahteraan rakyat.