• Oase

Empat Negara Penganut Muslim Syiah Terbesar di Dunia

M. Habib Saifullah | Senin, 02/03/2026 17:05 WIB
Empat Negara Penganut Muslim Syiah Terbesar di Dunia Ilustrasi Suni Syiah (Foto: Bincang Syariah)

JAKARTA – Dalam peta geopolitik dunia Islam, aliran Syiah merupakan kelompok terbesar kedua setelah Sunni.

Isu mengenai Syiah kembali menjadi pebincangan publik di tengah agresi militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Diketahui aliran Syiah tersebar di berbagai belahan dunia, meskipun terdapat beberapa negara di mana penduduknya secara dominan menganut mazhab ini.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini empat negara dengan mayoritas penganut Syiah di dunia:

1. Iran

Iran merupakan negara dengan populasi Syiah terbesar di dunia. Pasca Revolusi Islam 1979, Syiah Imamiyah (Dua Belas Imam) ditetapkan sebagai agama resmi negara.

Diperkirakan sekitar 90% hingga 95% dari total penduduk Iran adalah penganut Syiah. Kota-kota seperti Qom dan Masyhad tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pendidikan teologi Syiah tingkat dunia.

2. Irak

Tetangga dekat Iran ini memiliki persentase penduduk Syiah yang signifikan, yakni sekitar 64% hingga 70% .

Irak memiliki kedekatan emosional dan religius yang sangat kuat bagi kaum Syiah karena keberadaan situs-situs suci utama, seperti Karbala (makam Imam Husain) dan Najaf (makam Imam Ali).

3. Azerbaijan

Terletak di persimpangan Eropa Timur dan Asia Barat, Azerbaijan merupakan negara dengan mayoritas Syiah terbesar kedua secara persentase setelah Iran.

Sekitar 65% hingga 85% penduduknya adalah Muslim Syiah. Meskipun secara konstitusi Azerbaijan adalah negara sekular, tradisi dan identitas budaya Syiah tetap mengakar kuat dalam kehidupan sosial masyarakatnya.

4. Bahrain

Bahrain merupakan negara kepulauan di Teluk Persia yang unik secara demografis. Diperkirakan sekitar 65% hingga 70% penduduk lokalnya adalah penganut Syiah.

Namun berbeda dengan tiga negara sebelumnya, Bahrain dipimpin oleh keluarga kerajaan yang berasal dari keluarga kerajaan Dinasti Al Khalifa yang bermazhab Sunni.