Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, saat berbicara mengenai perubahan kekuasaan di Iran, menyebut penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh AS sebagai contoh dan menyebutnya sebagai skenario yang sempurna.
"Apa yang kami lakukan di Venezuela, menurut saya, adalah skenario yang sempurna, benar-benar sempurna," kata Trump dalam wawancara dengan The New York Times.
Jawabannya menyiratkan bahwa apa yang berhasil di Venezuela juga akan berhasil di Iran, demikian ditekankan surat kabar tersebut.
Setelah serangan AS ke Iran, Presiden AS Donald Trump mengumumkan, dalam pemikirannya, dia memiliki tiga kandidat untuk memimpin Iran.
"Saya memiliki tiga pilihan yang sangat baik," demikian The New York Times mengutip pernyataan Trump.
Ia menolak mengungkapkan siapa saja yang dimaksud.
"Saya tidak akan mengungkapkannya sekarang. Mari kita selesaikan tugasnya terlebih dahulu," kata Trump.
Presiden AS itu juga menolak memberikan janji apa pun untuk melindungi warga Iran, yang sebelumnya ia serukan untuk menggulingkan pemerintah mereka.
"Saya tidak membuat komitmen dengan cara apa pun," ujar dia kepada The New York Times.
Trump menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan janji semacam itu.
Menurut laporan The New York Times, Trump membuka kemungkinan pencabutan sanksi AS terhadap Iran jika kepemimpinan baru menunjukkan sikap pragmatis. (Ant)