• News

Warga Kashmir Gelar Aksi Protes atas Tewasnya Ali Khamenei

Vaza Diva | Minggu, 01/03/2026 16:24 WIB
Warga Kashmir Gelar Aksi Protes atas Tewasnya Ali Khamenei Arsip - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berbicara dalam pertemuan dengan Pejabat Kehakiman di Teheran, Iran, 16 Juli 2025 (Foto: WANA via REUTERS)

SRINAGAN - Puluhan ribu demonstran memadati wilayah Kashmir yang dikuasai India pada Minggu (1/3), mengecam tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan militer bersama Donald Trump dan Israel.

Aksi protes dimulai sejak Minggu pagi, dengan para pengunjuk rasa meneriakkan slogan seperti `Kematian untuk Amerika` dan `Kematian untuk Israel`. Beberapa di antaranya tampak meratap sambil membawa potret Khamenei sebagai tanda duka dan solidaritas.

Demonstran juga menyatakan dukungan terhadap rakyat Palestina dan bersumpah untuk tidak melupakan perjuangan mereka. Hubungan emosional antara masyarakat Kashmir dan isu Palestina telah lama ada, dengan dukungan luas terhadap berbagai peristiwa yang dianggap melibatkan komunitas Muslim global.

Pemimpin Iran itu memiliki pengikut signifikan di Kashmir di kalangan Muslim Syiah, dan potret dirinya sering terlihat menghiasi beberapa ruas jalan utama di wilayah tersebut sebelum konflik pecah.

Lebih jauh lagi, rakyat Kashmir dikenal kerap menggelar aksi solidaritas besar terhadap konflik di Timur Tengah karena kesamaan persepsi tentang penderitaan warga Muslim di beragam wilayah konflik.

Tokoh agama terkemuka Kashmir, Mirwaiz Umar Farooq, menyampaikan duka mendalam dan kemarahan atas “pembunuhan brutal” terhadap pemimpin yang dihormati banyak orang, sebagaimana dikutip dari Associated Press.

Dalam pernyataannya, dia mengatakan pembunuhan itu “telah mengguncang dunia Muslim” dan menyerukan aksi mogok protes di Kashmir pada hari Senin sebagai bentuk penolakan atas insiden tersebut.

Serangan ini menjadi bagian dari konflik besar yang meletus pada Sabtu lalu ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran.

Operasi gabungan ini, yang disebut oleh beberapa pihak sebagai respons atas kekhawatiran atas program nuklir dan ancaman keamanan yang dipersepsikan, menargetkan infrastruktur militer dan sejumlah fasilitas strategis Iran.

Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran, termasuk peluncuran rudal dan drone ke wilayah Israel serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, menandai eskalasi militer yang dramatis di kawasan tersebut.