Pembagian takjil gratis melalui kegiatan Bundaran Penuh Berkah (Foto: Humas Kemenko PM)
JAKARTA - Kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) bersama sejumlah Kementerian/Lembaga dan komunitas filantropis menggelar kegiatan ‘Bundaran Penuh Berkah’ melalui gerakan Kolaborasi Berdaya – Ramadan untuk memperkuat solidaritas sosial dan percepatan pengentasan kemiskinan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar menyebut bahwa Ramadan harus menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial.
“Ramadan bukan hanya tentang peningkatan ketakwaan secara personal, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas sosial. Zakat, infak, dan sedekah yang kita salurkan harus menjadi kekuatan pemberdayaan, membantu saudara-saudara kita bangkit dari keterpurukan dan bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki,” ujar Menko PM dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/02/2026).
Melalui kegiatan ‘Bundaran Penuh Berkah’ Kolaborasi tersebut membagikan 3.000 paket takjil kepada masyarakat. Tak hanya itu pembagian selebaran untuk mengajak partisipasi publik serta sosialisasi terkait Indonesia Berdaya pun dilakukan.
Bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera berdampak luas terhadap masyarakat di 52 kabupaten/kota. Secara nasional, angka kemiskinan tercatat mencapai 23,36 juta jiwa, dengan 2,38 juta jiwa dalam kategori kemiskinan absolut yang tersebar di 11 provinsi dan 169 kabupaten/kota di Indonesia. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dampak sosial dan ekonomi pascabencana.
Ramadan dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan, kepedulian, dan solidaritas. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat diajak untuk berkontribusi membantu saudara-saudara terdampak bencana, sekaligus mendorong transformasi mustahik menjadi muzakki melalui program pemberdayaan berkelanjutan.
Kolaborasi Berdaya - Ramadan merupakan bagian dari gerakan Indonesia Berdaya yang dimotori Kemenko PM, Kemenag, MUI, dan Forum Zakat yang diluncurkan pada 12 Februari yang lalu. Indonesia Berdaya bertujuan melakukan optimalisasi peluang potensi amal masyarakat Indonesia dalam meningkatkan kapasitas ekonomi rumah tangga di wilayah-wilayah kantong kemiskinan ekstrem.
Kolaborasi Berdaya – Ramadan diharapkan tidak hanya menghadirkan kehangatan dan manfaat selama bulan suci, tetapi juga memperluas dampak jangka panjang dalam penanganan bencana, pendidikan, penguatan ekonomi (mata pencaharian), hingga pembangunan fasilitas umum.
Kemenko PM menegaskan bahwa gerakan ini terbuka untuk direplikasi oleh berbagai pihak guna memperluas kebermanfaatan dan mempercepat terwujudnya Indonesia yang lebih berdaya, inklusif, dan sejahtera.
Sejumlah pemangku kepentingan terlibat dalam inisiatif ini, antara lain Kementerian Agama, Kementerian Tenaga Kerja, Majelis Ulama Indonesia, Forum Zakat, Perhimpunan Filantropi Indonesia, dan Humanitarian Forum Indonesia.