• News

Pilu, Warga Cilacap Tewas Diserang Tawon Vespa Saat Bershikan Tandon Air

M. Habib Saifullah | Sabtu, 28/02/2026 12:45 WIB
Pilu, Warga Cilacap Tewas Diserang Tawon Vespa Saat Bershikan Tandon Air Tawon vespa (Foto: Etos.co.id)

JAKARTA - Nasib nahas menimpa seorang warga di Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah bernama Slamet Arifiant (53) yang meninggal dunia usai disengat tawon jenis vespa.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis (26/2/2026) siang hari sekitar pukul 10.30 WIB saat korban naik ke atap rumah untuk membersihkan tandon air.

Namun ternyata di atas rumah korban terdapat sarang tawon vespa yang kemudian menyerang korban cukup lama oleh kawanan vespa tersebut. Sengatan bertubi-tubi membuat Slamet mengalami luka di seluruh tubuh.

Usai kejadian tersebut, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis, tapi sayangnya nyawanya tidak tertolong.

Seusai dilakukan pemeriksaan medis di RSUD Banyumas, jenazah Slamet dibawa ke rumah duka di Desa Mujur Lor, Kabupaten Cilacap. Korban kemudian dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Perlu diketahui bahwa tawon vespa merupakan kelompok serangga dari genus Vespa, yaitu jenis tawon berukuran besar yang masih satu keluarga dengan lebah dan tawon kertas.

Di Indonesia, masyarakat sering menyebutnya “tawon ndas” atau “tawon gung” karena ukuran tubuhnya lebih besar dari tawon biasa dan warna tubuhnya mencolok, umumnya kuning dengan corak hitam atau cokelat.

Serangga ini hidup berkoloni dan membangun sarang dari campuran serat kayu yang dikunyah dengan air liur sehingga membentuk struktur menyerupai kertas.

Sarangnya biasanya ditemukan di pepohonan, atap rumah, loteng, hingga sudut bangunan yang jarang terganggu manusia. Koloni tawon vespa memiliki sistem sosial dengan ratu, pekerja, dan pejantan, serta mempertahankan wilayahnya secara ketat.

Tawon vespa dikenal lebih agresif dibanding lebah madu. Mereka dapat menyerang jika merasa sarangnya terganggu, bahkan tanpa kontak langsung.

Getaran keras, asap, suara bising, atau gerakan mendadak di dekat sarang dapat memicu serangan. Ketika satu individu menyerang, ia melepaskan zat kimia penanda yang mengundang anggota koloni lain untuk ikut menyerang.

Bahaya utama tawon vespa berasal dari sengatannya. Tidak seperti lebah madu yang biasanya mati setelah menyengat, tawon vespa dapat menyengat berkali-kali.

Sengatan tersebut mengandung racun berupa campuran protein dan enzim yang menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, kemerahan, dan sensasi panas pada kulit.

Pada sebagian orang, sengatan tidak hanya menimbulkan rasa sakit, tetapi juga reaksi alergi berat. Reaksi ini dikenal sebagai anafilaksis, yaitu kondisi darurat medis yang ditandai sesak napas, pembengkakan wajah atau tenggorokan, pusing, hingga penurunan tekanan darah.