Ilustrasi - Nabi Muhammad SAW yang juga menjadi Nabi dan Rasul (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)
JAKARTA - Sejak hijrah ke Madinah pada tahun 622 M, komunitas Muslim menghadapi tekanan politik dan militer dari berbagai pihak, terutama Quraisy Mekah.
Dalam konteks tersebut terjadi sejumlah pertempuran. Sumber sejarah awal Islam seperti Sirah Nabawiyah karya Ibnu Ishaq (yang kemudian diriwayatkan Ibnu Hisyam) serta kitab-kitab hadis mencatat beberapa perang yang dipimpin langsung Nabi Muhammad.
Berikut beberapa pertempuran utama yang secara historis dikenal sebagai ghazwah:
1. Perang Badar (624 M / 2 H)
Perang Badar merupakan pertempuran besar pertama antara kaum Muslim Madinah dan Quraisy Mekah. Pertempuran terjadi di kawasan Badar, sekitar 130 kilometer barat daya Madinah.
Menurut riwayat sejarah, awalnya kaum Muslim hendak menghadang kafilah dagang Quraisy. Namun Quraisy mengirim pasukan besar sehingga pertempuran tidak terelakkan. Pasukan Muslim berjumlah sekitar 300 orang, sedangkan Quraisy sekitar 1.000 orang.
2. Perang Uhud (625 M / 3 H)
Setahun setelah Badar, Quraisy kembali menyerang Madinah untuk membalas kekalahan. Pertempuran terjadi di lereng Gunung Uhud, di utara Madinah.
Kaum Muslim sempat unggul, namun sebagian pasukan pemanah meninggalkan posisi strategisnya. Kondisi itu dimanfaatkan pasukan Quraisy untuk melakukan serangan balik. Dalam peristiwa ini Nabi Muhammad terluka.
3. Perang Khandaq (627 M / 5 H)
Perang Khandaq, atau Perang Parit, terjadi ketika konfederasi suku-suku Arab bersama Quraisy mengepung Madinah. Atas usul Salman al-Farisi, kaum Muslim menggali parit sebagai pertahanan kota.
Pengepungan berlangsung berminggu-minggu tanpa pertempuran terbuka besar. Akhirnya pasukan penyerang mundur karena cuaca buruk dan logistik menipis. Peristiwa ini disebut dalam QS Al-Ahzab.
4. Perang Bani Quraizhah (627 M / 5 H)
Setelah pengepungan Khandaq berakhir, terjadi konflik dengan Bani Quraizhah, salah satu kelompok Yahudi Madinah yang menurut sumber sejarah dianggap melanggar perjanjian pertahanan kota.
Ekspedisi militer kemudian dilakukan terhadap benteng mereka hingga akhirnya mereka menyerah. Peristiwa ini dicatat dalam literatur sirah klasik.
5. Perang Khaibar (628/629 M / 7 H)
Khaibar adalah wilayah oasis di utara Madinah yang menjadi pusat permukiman Yahudi dan basis ekonomi penting. Ekspedisi dilakukan setelah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan.
Pertempuran berlangsung di beberapa benteng. Setelah pengepungan, dicapai kesepakatan bahwa penduduk setempat tetap tinggal dan mengelola lahan dengan sistem bagi hasil.
Riwayat perang Khaibar banyak terdapat dalam hadis sahih, termasuk dalam Shahih Bukhari.
6. Fathu Mekah (630 M / 8 H)
Fathu Mekah atau Penaklukan Mekah terjadi setelah pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah oleh sekutu Quraisy. Pasukan Muslim memasuki Mekah hampir tanpa perlawanan besar.
Peristiwa ini menjadi titik penting karena Mekah kemudian berada di bawah pemerintahan Islam. Banyak riwayat hadis sahih mencatat peristiwa ini.
7. Perang Hunain (630 M / 8 H)
Tidak lama setelah Fathu Mekah, beberapa kabilah Arab seperti Hawazin dan Tsaqif mengumpulkan pasukan untuk menghadapi kaum Muslim. Pertempuran terjadi di lembah Hunain.
Pasukan Muslim sempat terpukul di awal pertempuran, tetapi kemudian berhasil menguasai keadaan. Peristiwa ini disebut dalam QS At-Taubah ayat 25–27.