Ilustrasi - Si Kecil berpuasa menunggu beduk Maghrib (Foto: U REPORT)
JAKARTA - Rasa haus sering kali menjadi tantangan utama saat menjalani puasa. Bahkan bagi sebagian orang, menahan haus terasa lebih berat dibanding menahan lapar.
Kondisi ini biasanya muncul ketika tubuh kehilangan cairan lebih cepat dari yang seharusnya, terutama jika pola makan dan minum sejak berbuka hingga sahur tidak diatur dengan baik.
Banyak orang mengira solusi paling efektif adalah minum air sebanyak mungkin saat sahur. Padahal, minum dalam jumlah besar sekaligus justru kurang optimal karena tubuh hanya dapat menyerap cairan secara bertahap.
Cara yang lebih tepat adalah membagi konsumsi air dari waktu berbuka hingga menjelang sahur. Minum beberapa gelas air putih saat berbuka, setelah makan malam, sebelum tidur, dan saat sahur membantu tubuh tetap terhidrasi lebih lama.
Pemilihan makanan juga sangat berpengaruh terhadap rasa haus. Makanan tinggi garam seperti keripik, ikan asin, makanan instan, serta gorengan berlebihan membuat tubuh cepat kehilangan cairan.
Garam menarik air dari sel tubuh sehingga tenggorokan terasa kering lebih cepat. Sebaliknya, makanan yang mengandung air tinggi seperti sayur berkuah, sup, serta buah-buahan segar dapat membantu menjaga keseimbangan cairan.
Buah seperti semangka, melon, jeruk, pepaya, dan timun sangat dianjurkan saat sahur maupun berbuka. Kandungan air dan mineral di dalamnya membantu tubuh mempertahankan hidrasi sepanjang hari.
Selain itu, karbohidrat kompleks seperti oatmeal, kentang rebus, atau nasi merah juga lebih baik dibanding makanan manis berlebihan karena tidak memicu lonjakan gula darah yang cepat turun dan membuat tubuh terasa lemas serta haus.
Kebiasaan minum kopi dan teh berlebihan juga perlu diperhatikan. Minuman berkafein bersifat diuretik, yaitu merangsang tubuh lebih sering buang air kecil sehingga cairan tubuh lebih cepat berkurang. Jika tetap ingin mengonsumsinya, sebaiknya dibatasi dan diimbangi dengan air putih lebih banyak.
Aktivitas harian turut memengaruhi rasa haus. Paparan panas berlebih dan aktivitas fisik berat di siang hari mempercepat penguapan cairan melalui keringat. Karena itu, sebisa mungkin hindari aktivitas luar ruangan pada waktu terik dan gunakan pakaian yang menyerap keringat agar tubuh tidak cepat dehidrasi.
Dengan pengaturan minum yang bertahap, pemilihan makanan yang tepat, serta pengelolaan aktivitas, rasa haus selama puasa dapat dikurangi secara signifikan. Puasa pun bisa dijalani dengan lebih nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.