• Gaya Hidup

Berbagai Penyakit yang Mengintai bagi Kamu yang Mageran

M. Habib Saifullah | Kamis, 26/02/2026 15:05 WIB
Berbagai Penyakit yang Mengintai bagi Kamu yang Mageran Ilustrasi - Mageran alias malas bergerak (Foto:dkonten)

JAKARTA - Kebiasaan "mager" atau malas bergerak semakin umum terjadi, terutama sejak banyak aktivitas berpindah ke layar komputer dan ponsel.

Waktu duduk bisa berlangsung berjam-jam, baik untuk bekerja, belajar, maupun sekadar hiburan. Tanpa disadari, tubuh menjadi jarang beraktivitas fisik.

Dalam dunia kesehatan, kondisi ini dikenal sebagai gaya hidup sedentari, yaitu pola hidup dengan aktivitas fisik sangat rendah. Tubuh manusia sebenarnya dirancang untuk bergerak.

Ketika aktivitas berkurang dalam jangka panjang, berbagai sistem tubuh ikut terdampak. Berikut beberapa penyakit yang berisiko muncul akibat kebiasaan terlalu sering mager.

1. Obesitas

Kurangnya aktivitas fisik membuat pembakaran kalori menurun. Energi dari makanan tidak terpakai dan akhirnya disimpan sebagai lemak. Penumpukan lemak, terutama di perut, menjadi awal dari berbagai gangguan metabolik.

2. Diabetes tipe 2

Jarang bergerak membuat sensitivitas insulin menurun. Tubuh kesulitan mengatur kadar gula darah karena sel tidak merespons insulin dengan baik. Dalam jangka panjang kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2.

3. Penyakit jantung

Duduk terlalu lama berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol jahat dan tekanan darah. Kedua faktor tersebut merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner dan penyumbatan pembuluh darah.

4. Hipertensi

Kurang gerak memengaruhi elastisitas pembuluh darah. Aliran darah menjadi kurang lancar dan tekanan darah cenderung meningkat. Hipertensi sering tidak bergejala, tetapi berisiko memicu stroke dan gangguan jantung.

5. Nyeri punggung dan gangguan tulang belakang

Postur duduk dalam waktu lama memberi tekanan pada otot dan tulang belakang. Otot menjadi lemah, sementara tulang belakang menanggung beban berlebihan. Akibatnya muncul nyeri punggung bawah hingga gangguan saraf.

6. Osteoporosis

Minim aktivitas membuat tulang jarang menerima rangsangan beban. Kepadatan tulang perlahan menurun sehingga tulang lebih rapuh dan mudah patah, terutama pada usia lanjut.

7. Gangguan kesehatan mental

Kurang bergerak tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga psikologis. Aktivitas fisik membantu pelepasan hormon endorfin yang berkaitan dengan suasana hati. Tanpa gerak, risiko stres, kecemasan, dan suasana hati buruk meningkat.

8. Gangguan sirkulasi darah

Duduk terlalu lama dapat memperlambat aliran darah di kaki. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pembengkakan, kesemutan, hingga risiko penggumpalan darah pada kasus tertentu.