Al-Khazini, ilmuwan Muslim abad ke-12 yang kontribusinya berpengaruh hingga ke sains modern (Foto: via Republika)
JAKARTA - Dunia yang kita tinggali saat ini berhutang budi pada banyak pemikir, pemimpin, dan ilmuwan Muslim yang karyanya melampaui batas agama dan waktu.
Sejumlah tokoh Muslim tercatat memberi pengaruh besar dalam bidang agama, ilmu pengetahuan, politik, militer, hingga gerakan kemanusiaan modern. Kontribusi mereka tidak hanya membentuk sejarah dunia Islam, tetapi juga memengaruhi perkembangan global lintas abad dan lintas benua.
Dari pembentukan sistem sosial dan politik, pengembangan ilmu pengetahuan, hingga advokasi hak asasi manusia, tokoh-tokoh Muslim telah memainkan peran penting dalam membentuk wajah dunia.
Berikut adalah beberapa tokoh Muslim paling terkenal yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap arah sejarah dunia, berdasarkan pengaruh intelektual, sosial, maupun politiknya.
Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah pada abad ke-6 dan dikenal sebagai nabi terakhir dalam ajaran Islam. Dalam kurun waktu kurang dari satu abad setelah wafatnya pada 632 M, ajaran Islam telah menyebar dari Jazirah Arab hingga Afrika Utara, Persia, dan sebagian Eropa.
Selain sebagai pemimpin spiritual, Nabi Muhammad juga berperan sebagai negarawan. Piagam Madinah yang disusunnya kerap disebut sebagai salah satu dokumen awal yang mengatur kehidupan masyarakat majemuk berbasis kesepakatan sosial dan hukum.
Hingga kini, Islam menjadi salah satu agama dengan jumlah penganut terbesar di dunia, menjadikan pengaruh Nabi Muhammad bersifat global dan berkelanjutan.
Kontribusi Nabi Muhammad menghapuskan sistem kasta kesukuan dan meletakkan fondasi peradaban global yang kini menjadi panduan hidup bagi miliaran orang di seluruh dunia.
Ali bin Abi Thalib merupakan sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad dan menjadi khalifah keempat (656–661 M). Kepemimpinannya berlangsung dalam periode paling turbulen dalam sejarah awal Islam.
Masa pemerintahannya diwarnai konflik internal seperti Perang Jamal dan Perang Shiffin, yang kemudian berkontribusi pada munculnya perbedaan politik dan teologis dalam Islam. Dalam tradisi Sunni, Ali Abi Thalib dihormati sebagai khalifah keempat yang sah. Dalam tradisi Syiah, ia dipandang sebagai imam pertama dan penerus kepemimpinan spiritual yang utama.
Selain dikenal sebagai sosok pemberani, Ali bin Abi Thalib juga dihormati karena pemikirannya tentang keadilan, etika pemerintahan, dan hak rakyat. Warisan intelektualnya banyak dikutip dalam literatur klasik Islam dan diskursus politik kontemporer.
Ibnu Sina, atau Avicenna dalam literatur Barat, merupakan ilmuwan ensiklopedis dari era Keemasan Islam. Karyanya Al-Qanun fi al-Tibb menjadi rujukan utama dalam pendidikan kedokteran di Eropa hingga abad ke-17.
Kontribusinya mencakup kedokteran, filsafat, matematika, dan astronomi. Ia dianggap sebagai jembatan penting antara pemikiran Yunani kuno dan perkembangan ilmu pengetahuan modern.
Al-Khwarizmi dikenal sebagai bapak aljabar. Karyanya memperkenalkan metode sistematis dalam penyelesaian persamaan matematika. Istilah “algorithm” berasal dari latinisasi namanya.
Kontribusinya menjadi fondasi penting bagi matematika modern dan perkembangan ilmu komputer, menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sains.
Diakui secara global sebagai "Bapak Ilmu Bedah Modern". Ia merancang ratusan instrumen bedah, termasuk penemuan benang bedah (catgut) yang dapat diserap tubuh, yang prinsip kerjanya masih digunakan di ruang operasi rumah sakit modern hingga hari ini.
Sultan Turki Utsmani yang berhasil menaklukkan Konstantinopel pada usia 21 tahun. Kemenangannya tidak hanya mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur, tetapi juga mengubah peta geopolitik dunia secara permanen dan memicu bangsa Eropa untuk mencari rute penjelajahan samudra yang baru.
Dikenal di Barat sebagai Suleiman the Magnificent, ia membawa Kekaisaran Utsmani ke puncak kejayaan militer dan ekonomi. Warisan terbesarnya adalah kodifikasi hukum perundang-undangan (Kanun) yang rasional dan melindungi hak-hak minoritas, yang kelak turut menginspirasi sistem konstitusi di Eropa.
Salahuddin al-Ayyubi atau Saladin dikenal sebagai pemimpin militer yang merebut kembali Yerusalem pada 1187 dalam konteks Perang Salib.
Di luar reputasinya sebagai ahli strategi perang, ia juga dikenang karena pendekatannya yang relatif moderat terhadap lawan dan penduduk sipil. Figur Salahuddin sering dijadikan simbol kepemimpinan ksatria dalam sejarah Timur Tengah dan Eropa.
Ibnu Khaldun dianggap sebagai pelopor sosiologi dan historiografi modern. Dalam karyanya Muqaddimah, ia mengembangkan teori tentang siklus peradaban, solidaritas sosial (ashabiyah), serta dinamika ekonomi dan politik.
Pendekatan analitisnya yang sistematis membuatnya diakui oleh banyak akademisi sebagai salah satu pemikir paling visioner dalam sejarah ilmu sosial.
Ilmuwan kelahiran Mesir yang memenangkan Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1999. Ia dijuluki "Bapak Femtokimia" karena merintis teknologi untuk memetakan reaksi kimia pada skala femtosekon (seperkuadriliun detik), merevolusi cara dunia sains memahami atom dan molekul. (*)
Sumber: Berbagai sumber