Ilustrasi - Menara Eiffel (Foto: REUTERS)
PARIS - Pemerintah Prancis membatasi komunikasi langsung antara pejabat tinggi negara itu dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Prancis, Charles Kushner.
Kebijakan tersebut diambil setelah Kushner tidak memenuhi panggilan Kementerian Luar Negeri Prancis terkait pernyataan Kedutaan Besar AS mengenai meninggalnya seorang aktivis sayap kanan Prancis.
Menurut laporan BFM TV yang dikutip pada Selasa (24/2), Kushner tidak hadir ketika dipanggil pada Senin. Pemanggilan itu dilakukan setelah Kedutaan Besar AS mengunggah komentar di media sosial tentang kematian Quentin Deranque yang dianggap tidak pantas oleh otoritas setempat.
Pada Jumat (20/2), Kedutaan Besar AS menulis di akun X bahwa "ekstremisme kekerasan sayap kiri sedang meningkat, dan perannya dalam kematian Quentin Deranque menunjukkan ancaman yang ditimbulkannya terhadap keamanan publik."
Kementerian Luar Negeri Prancis menilai terdapat kesalahpahaman serius mengenai peran seorang duta besar. Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot kemudian memutuskan utusan Washington tidak lagi memperoleh akses langsung ke pejabat senior pemerintah.
Barrot menegaskan negaranya menolak "segala bentuk pemanfaatan tragedi ini" untuk tujuan politik, serta menyatakan Prancis "tidak perlu mengambil pelajaran apa pun mengenai isu kekerasan, khususnya dari pihak internasional yang reaksioner."
Meski demikian, pemerintah Prancis menyebut Kushner tetap dapat menjalankan tugas diplomatiknya dan masih diizinkan datang ke kementerian untuk melakukan "pertukaran diplomatik yang diperlukan," dengan harapan ketegangan kedua negara dapat mereda.
Dalam wawancara dengan media lokal, Barrot menyebut komentar Kedutaan Besar AS telah menyinggung tragedi yang menyangkut “komunitas nasional,” sehingga pemerintah memutuskan memanggil sang duta besar.
Sejumlah laporan menyebut Deranque mengalami luka berat setelah bentrokan kelompok radikal yang berlawanan dalam sebuah konferensi di kota Lyon pada 12 Februari.
Acara tersebut diselenggarakan oleh seorang anggota partai kiri radikal La France Insoumise (LFI). Deranque kemudian meninggal akibat luka yang dialaminya.