• News

AS Dorong Iran Segera Berunding dengan Donald Trump

Vaza Diva | Rabu, 25/02/2026 02:02 WIB
AS Dorong Iran Segera Berunding dengan Donald Trump Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth (Foto: REUTERS)

WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth menyatakan Washington membuka berbagai kemungkinan dalam menghadapi Iran, sembari mendorong Teheran kembali ke meja perundingan untuk mencapai kesepakatan.

Saat berbicara kepada wartawan dalam kunjungan ke Colorado, pada Senin (23/2), Hegseth menegaskan bahwa pemerintahan Donald Trump masih mengutamakan jalur diplomasi.

Namun, ia menambahkan militer AS telah menyiapkan rencana cadangan apabila negosiasi tidak menghasilkan hasil.

“Iran harus membuat kesepakatan. Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan. Itulah hasil yang lebih diinginkan presiden,” ucapnya.

Menurut Hegseth, tugas Departemen Pertahanan adalah menyediakan berbagai opsi bagi presiden, termasuk jika Iran menolak bersepakat. Ketika ditanya kemungkinan serangan militer, ia menegaskan “semuanya masih menjadi opsi.”

“Itu keputusan presiden. Kami di sini untuk membantu memastikan kesepakatan tercapai. Dan saya pikir Iran akan bijak jika membuat kesepakatan yang baik,” tambahnya.

Sebelumnya, Trump juga membantah laporan media yang menyebut Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine memperingatkan risiko besar apabila AS melakukan aksi militer terhadap Iran. Ia menilai kabar tersebut tidak benar.

“Banyak cerita dari media berita palsu yang beredar menyatakan bahwa Jenderal Daniel Caine, yang kadang disebut Razin, menentang kita untuk pergi berperang dengan Iran. Cerita tersebut tidak menyebutkan sumber yang memiliki pengetahuan yang begitu besar itu, dan itu 100 persen tidak benar,” tulis Trump di platform Truth Social.

Trump menegaskan keputusan terkait tindakan militer berada di tangannya.

“Saya yang membuat keputusan, saya lebih memilih ada kesepakatan daripada tidak, tetapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara itu dan, sangat disayangkan, bagi rakyatnya, karena mereka hebat dan luar biasa, dan hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi pada mereka,” ucap Trump.

Delegasi Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan kembali bertemu di Jenewa, Swiss, pada Kamis untuk melanjutkan pembahasan mengenai kemungkinan kesepakatan nuklir di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan spekulasi konflik terbuka. (Anadolu)