Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres (Foto: REUTERS)
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, kembali mengajak semua pihak menghentikan pertempuran di Ukraina melalui gencatan senjata segera, menyeluruh, dan tanpa syarat sebagai langkah awal menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Seruan itu disampaikan dalam pernyataan yang bertepatan dengan empat tahun berlangsungnya krisis Ukraina pada 24 Februari. Guterres menilai konflik tersebut meninggalkan dampak serius bagi dunia.
"merupakan noda pada kesadaran kolektif kita, dan tetap menjadi ancaman bagi perdamaian serta keamanan regional maupun internasional," kata Sekjen PBB.
Menurutnya, semakin lama konflik berlangsung, semakin besar pula korban yang jatuh, terutama dari kalangan warga sipil yang menanggung penderitaan paling berat.
Guterres juga menekankan bahwa setiap upaya damai harus berlandaskan aturan internasional. Ia mengatakan agar perdamaian dapat dianggap adil.
"Maka perdamaian tersebut harus sejalan dengan Piagam PBB, hukum internasional, dan resolusi-resolusi PBB yang relevan, menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas teritorial Ukraina," ujar Guterres.
"PBB tetap siap untuk berkontribusi dalam semua upaya menuju tercapainya tujuan ini," tambahnya.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan peran PBB sebagai mediator global dalam mendorong penyelesaian konflik bersenjata melalui jalur diplomasi.