• Oase

Ini 5 Konflik Sejarah yang Membawa Islam ke Panggung Dunia

M. Habib Saifullah | Senin, 23/02/2026 08:30 WIB
Ini 5 Konflik Sejarah yang Membawa Islam ke Panggung Dunia Ilustrasi perang yang memicu perkembangan Islam lebih meluas (Foto: Jernih.co)

JAKARTA - Sejarah peradaban menunjukkan bahwa perkembangan agama dan masyarakat tidak hanya dipengaruhi penyebaran ajaran, tetapi juga dinamika kekuasaan.

Dalam banyak kasus, perang menjadi faktor percepatan perubahan sosial, politik, dan intelektual. Hal tersebut juga terjadi pada Islam.

Agama yang lahir di Jazirah Arab pada abad ke-7 berkembang dari komunitas kecil menjadi salah satu peradaban global. Berikut lima peristiwa konflik yang berperan besar dalam proses tersebut.

1. Perang Badar (624 M)

Perang Badar merupakan pertempuran pertama antara komunitas Muslim di Madinah dan Quraisy Mekah. Secara militer skalanya relatif kecil, tetapi dampak sejarahnya sangat besar.

Kemenangan dalam pertempuran ini membuat komunitas Muslim mulai diakui sebagai kekuatan sosial dan politik. Sejak saat itu terbentuk pemerintahan di Madinah, termasuk pengaturan hukum dan tata kehidupan masyarakat.

Peristiwa ini menandai perubahan penting: Islam tidak lagi hanya ajaran spiritual, melainkan juga sistem sosial yang mengatur kehidupan publik.

2. Penaklukan Mekah (630 M)

Penaklukan Mekah menjadi titik balik berikutnya. Pada masa itu, Mekah merupakan pusat perdagangan dan keagamaan di kawasan Arab.

Setelah kota ini berada di bawah kendali Muslim, banyak suku Arab bergabung. Jalur perdagangan yang menghubungkan Yaman hingga wilayah Syam ikut terbuka.

Akibatnya, Islam menyebar cepat ke seluruh Jazirah Arab. Dari agama komunitas Madinah, Islam berubah menjadi agama regional dengan basis masyarakat yang luas.

3. Pertempuran Yarmuk (636 M)

Pertempuran Yarmuk mempertemukan pasukan Muslim dengan Kekaisaran Bizantium (Romawi Timur). Kemenangan dalam peristiwa ini membuka wilayah Suriah, Palestina, dan Mesir.

Wilayah tersebut merupakan pusat peradaban kuno dan jalur perdagangan penting. Kota-kota besar menjadi tempat pertemuan budaya dan intelektual.

Melalui proses penerjemahan dan pertukaran ilmu, karya filsafat, kedokteran, matematika, dan astronomi berkembang pesat. Dari sinilah pengaruh intelektual Islam mulai terbentuk.

4. Penaklukan Persia (637–651 M)

Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah Persia membawa dampak sangat besar bagi perkembangan Islam. Persia memiliki tradisi administrasi pemerintahan dan kebudayaan yang maju.

Setelah wilayah ini menjadi bagian dunia Islam, sistem birokrasi berkembang dan aktivitas ilmiah meningkat. Pada masa inilah lahir banyak pemikir dan ilmuwan besar.

Perkembangan tersebut menjadikan Islam bukan hanya kekuatan politik, tetapi juga pusat ilmu pengetahuan yang memengaruhi banyak wilayah.

5. Perang Salib (1095–1291)

Perang Salib mempertemukan dunia Islam dengan Eropa Barat dalam konflik panjang. Meski berupa perang, interaksi kedua wilayah juga menghasilkan pertukaran teknologi dan ilmu.

Bangsa Eropa mengenal ilmu kedokteran, matematika, navigasi, hingga sistem pendidikan dari dunia Islam. Kontak tersebut kemudian berkontribusi pada kebangkitan intelektual Eropa di masa berikutnya.