Perempuan dan anak-anak berjalan melewati kamp al-Hol di provinsi Hasakah timur laut Suriah (Foto: Omar Haj Kadour/AFP)
JAKARTA - Otoritas Suriah mengatakan bahwa pihaknya telah mengevakuasi dan menutup sebuah kamp terpencil yang pernah menampung ribuan kerabat dari orang-orang yang diduga anggota kelompok bersenjata ISIL (ISIS).
Menurut Fadi al-Qassem, pejabat pemerintah Suriah yang mengawasi kamp tersebut, para penghuni terakhir dievakuasi dalam sebuah konvoi pada Minggu (22/2/2026) pagi.
“Semua keluarga Suriah dan non-Suriah telah direlokasi,” kata al-Qassem kepada Agence France-Presse.
Al-Hol, yang terletak di wilayah gurun di timur laut provinsi Hasakah, telah lama menampung sejumlah besar kerabat dari orang-orang yang dicurigai sebagai pejuang ISIL.
Pada puncaknya di tahun 2019, kamp tersebut menampung sekitar 73.000 orang. Bulan lalu, terdapat sekitar 24.000 penghuni, sebagian besar warga Suriah tetapi juga warga Irak dan lebih dari 6.000 warga asing lainnya dari sekitar 40 kewarganegaraan.
Meskipun penghuni kamp tersebut secara teknis bukanlah tahanan dan sebagian besar tidak dituduh melakukan kejahatan, mereka telah ditahan secara de facto di fasilitas yang dijaga ketat itu selama bertahun-tahun.
Bulan lalu, pemerintah Suriah mengambil alih kendali kamp tersebut dari otoritas Kurdi, seiring Damaskus memperluas jangkauannya di seluruh wilayah timur laut Suriah .
Sejak saat itu, ribuan tahanannya, termasuk anggota keluarga dari tersangka anggota ISIL, telah pergi ke tempat yang tidak diketahui. Ratusan orang telah dikirim ke kamp Akhtarin di provinsi Aleppo, sementara yang lain telah dipulangkan ke Irak.