Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior (Foto: Sports Mole)
JAKARTA - Kasus rasisme masih menjadi persoalan serius di dunia sepak bola modern. Meski kampanye anti-diskriminasi terus digencarkan oleh federasi dan liga, sejumlah pemain tetap mengalami perlakuan tidak pantas baik dari tribun penonton maupun di lapangan.
Sorotan terbaru kembali tertuju pada bintang Real Madrid Vinicius Junior saat menghadapi Benfica pada leg pertama Liga Champions pada Rabu (18/2). Insiden tersebut memicu kecaman luas dari pemain, pelatih, hingga organisasi sepak bola internasional.
Namun Vinicius bukan satu-satunya korban. Dalam sejarah sepak bola, banyak pemain besar pernah mengalami perlakuan serupa. Berikut lima di antaranya.
Bek asal Brasil Dani Alves pernah mengalami insiden rasisme terkenal pada 2014 ketika membela Barcelona. Saat hendak mengambil sepak pojok, seorang suporter melempar pisang ke arahnya.
Alih-alih terpancing emosi, Alves justru memakan pisang tersebut. Aksi spontan itu menjadi simbol perlawanan terhadap rasisme dan mendapat dukungan global dari banyak pesepak bola dunia.
Legenda Kamerun Samuel Eto`o berkali-kali menjadi target ejekan rasial ketika bermain di Liga Spanyol. Salah satu kejadian paling dikenal terjadi pada 2006 saat ia mendapat suara tiruan monyet dari tribun.
Eto’o bahkan sempat berniat meninggalkan lapangan sebelum akhirnya dibujuk rekan satu timnya untuk melanjutkan pertandingan.
Gelandang Ghana-Jerman Kevin‑Prince Boateng menjadi perhatian dunia pada 2013. Saat membela AC Milan dalam laga uji coba melawan Pro Patria, ia mendapat ejekan rasial dari penonton.
Boateng kemudian menendang bola ke arah tribun dan berjalan keluar lapangan, diikuti seluruh pemain Milan. Aksi tersebut memicu diskusi global tentang perlunya sanksi tegas terhadap pelaku rasisme.
Penyerang Italia Mario Balotelli hampir sepanjang kariernya kerap menjadi sasaran diskriminasi rasial, terutama ketika bermain di Italia dan Prancis.
Ia beberapa kali memperingatkan wasit karena ejekan suporter dan pernah hampir meninggalkan pertandingan akibat perlakuan tersebut.
Striker Belgia Romelu Lukaku juga pernah menerima ejekan rasis saat membela Inter Milan pada 2019. Insiden terjadi ketika ia hendak mengambil penalti melawan Cagliari.
Peristiwa itu kembali memunculkan desakan agar federasi sepak bola memperketat hukuman terhadap klub maupun suporter yang melakukan diskriminasi.